facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perekonomian di Indonesia Kembali Pulih, LPS: Suku Bunga Kredit Sudah Turun

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 01 Januari 2022 | 21:40 WIB

Perekonomian di Indonesia Kembali Pulih, LPS: Suku Bunga Kredit Sudah Turun
Ilustrasi ekonomi. LPS menyebut masih butuh dorongan untuk memulihkan perekonomian di Indonesia, salah satunya menurunkan suku bunga kredit [Dok]

LPS menyebut masih butuh dorongan untuk memulihkan perekonomian di Indonesia, salah satunya menurunkan suku bunga kredit

SuaraJawaTengah.id - Perekonomian Indonesia disebut-sebut mulai pulih di tengah pandemi COVID-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu. Namun demikian, masih butuh perjuangan untuk mengembalikan kondisi ekonomi seperti sebelum virus Corona menyebar luas. 

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai perekonomian nasional saat ini yang mulai pulih dari dampak pandemi COVID-19 masih memerlukan dorongan agar dapat tumbuh lebih cepat lagi.

"Langkahnya antara lain dengan menjaga suku bunga penjaminan LPS pada level yang tetap memberikan ruang terhadap suku bunga simpanan untuk berada pada level yang rendah, sehingga suku bunga pinjaman dapat melanjutkan tren penurunan yang sedang terjadi saat ini. Tentu saja hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan perkembangan stabilitas sistem keuangan dan likuiditas perbankan," ujar Purbaya dikutip dari ANTARA di Jakarta, Sabtu (1/1/2022).

Pada masa pandemi, LPS sudah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) hingga mencapai level terendah sepanjang sejarah.

Baca Juga: Suku Bunga Simpanan Terendah, Tak Ada Alasan Bagi Perbankan Segera Turunkan Bunga Kredit

Penurunan TBP diharapkan dapat membantu bank menurunkan biaya dana yang kemudian turut mendorong penurunan suku bunga kredit.

"Suku bunga kredit untuk konsumsi sudah turun ke angka 10,6 persen, untuk modal kerja sekitar 8,85 persen dan untuk investasi ke level 8,5 persen. Menurut pemantauan kami grafiknya turun terus dari bulan ke bulan," kata Purbaya.

Hal itu juga selaras dengan kebijakan bank sentral dengan koordinasi kuat seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menciptakan kondisi finansial saat yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

"Ini akan terus kami pertahankan, sehingga tren penurunan bunga masih bisa berlangsung. Kuncinya adalah supply uang yang ada di sistem keuangan cukup," ujar Purbaya.

Dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, LPS juga memperpanjang masa relaksasi denda keterlambatan pembayaran premi penjaminan kepada bank peserta penjaminan LPS hingga 2022.

Baca Juga: Industri Properti Diprediksi Tumbuh 15% pada Tahun 2022

Kebijakan tersebut dilakukan guna memberi kesempatan bank untuk dapat mengelola likuiditasnya secara optimal.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait