Menurutnya, adanya papan arwah atau altar Gus Dur satu-satunya di Indonesia. Bentuknya juga diganti dengan filosofi dan bentuk altar sesuai dengan anjuran Gus Mus yang merupakan sahabat Gus Dur.
“Karena ini langka. Ada papan arwah Gus Dur, mungkin satu-satunya di Indonesia. Kental sekali toleransinya,” ungkapnya
Selain itu, untuk mengingat Gus Dur muslim, cara menyajikan sajian di altar pun diganti. Setelah sebelumnya di kalangan Tionghoa itu harus ada tiga dagingnya yakni ikan, ayam, babi, akhirnya babi diganti dengan kambing.
“Kami ganti kambing. Mengapa tidak sapi, karena ada saudara kita yang tidak makan sapi. Itu contoh-contoh keberagaman masyarakat,"ujarnya.
Baca Juga:Wow! Cara Khas Adella Wulandari, Sampaikan Konten Sex Education Kerap Undang Gelak Tawa
Kontributor : Dafi Yusuf