Kapolda Jateng Membantah Polisi Kepung Warga Desa Wadas di Masjid, Ini Penjelasannya

Polda Jawa Tengah membantah video viral yang menyebut personel polisi melakukan pengepungan masjid di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 Februari 2022 | 11:56 WIB
Kapolda Jateng Membantah Polisi Kepung Warga Desa Wadas di Masjid, Ini Penjelasannya
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat di Polres Purworejo. [Suara.com/Angga Haksoro]

SuaraJawaTengah.id - Polda Jawa Tengah membantah video viral yang menyebut personel polisi melakukan pengepungan masjid di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, sempat terjadi potensi konflik fisik antara warga yang menolak dan menerima rencana penambangan batu quarry. Warga yang menolak penambangan memilih bertahan di masjid.

"Viral video polisi melakukan penyerbuan ke masjid. Tidak," kata Ahmad Luthfi saat konfrensi pers di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2/2022).

Menurut Irjen Pol Ahmad Luthfi, polisi berada di halaman masjid untuk membuat paramater pemisah antara warga yang menolak dan menerima tambang.

Baca Juga:Puluhan Warga Desa Wadas Masih Ditahan di Polres Purworejo, Kuasa Hukum: Saya Tidak Bisa Masuk, Diwajibkan Swab PCR

"Posisi anggota kita adalah membelakangi masjid. Saat itu yang duduk (di dalam masjid) dan yang di luar akan terlibat kontak fisik. Warga yang kontra dikejar dan masuk masjid."

Polisi mengakui saat mengamankan 64 orang saat proses pengukuran calon lahan tambang di Desa Wadas. Termasuk Staf Divisi Kampanye dan Jaringan LBH Yogyakarta, Dhanil Al Ghifary.

Menurut Kapolda, Irjen Pol Ahmad Luthfi, semua warga yang diamankan akan dibebaskan hari ini. "Dibebaskan semua hari ini. Termasuk Dhanil dan 64 lainnya. Kami kembalikan ke rumah."

Kapolda menjelaskan, personel polisi berada di Desa Wadas untuk mengamankan proses pengukuran lahan calon tambang batu quarry. Batu andesit dari Desa Wadas nantinya akan digunakan untuk material pembangunan Bendungan Bener, Purworejo.

Petugas BPN Purworejo mulai kemarin melakukan pengukuran tanah dan inventarisasi tanaman yang berada di calon lahan tambang. Sebanyak 346 orang menyetujui tanahnya dijadikan tambang dan 36 bidang lainnya belum menerima.

Baca Juga:Puluhan Warga Desa Wadas yang Ditangkap Polisi Belum Dibebaskan, Kuasa Hukum Sulit Beri Pendampingan

"Polisi dalam hal ini memfasilitasi dan mengamankan kegiatan. Tidak ada kegiatan polisi yang sampai mencederai masyarakat," ujar Kapolda.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak