Antisipasi Dampak Perang Rusia-Ukraina, Pemerintah Mulai Mitigasi Aktivitas Perdagangan Ekspor dan Impor

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mulai melakukan mitigasi aktivitas perdagangan terkait perang Rusia dan Ukraina

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 26 Februari 2022 | 18:12 WIB
Antisipasi Dampak Perang Rusia-Ukraina, Pemerintah Mulai Mitigasi Aktivitas Perdagangan Ekspor dan Impor
Ilustrasi bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/7). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mulai melakukan mitigasi aktivitas perdagangan terkait perang Rusia dan Ukraina. [Dok]

SuaraJawaTengah.id - Perang antara Rusia dan Ukraina bakal memberikan dampak kepada dunia. Salah satunya adalah soal perdagangan antar negara. 

Transaksi perdagangan ekspor maupun impor bakal berpengaruh kepada negera-negara di belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang mempersiapkan langkah mitigasi aktivitas perdagangan terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Langkah mitigasi ini dilakukan untuk mempersiapkan sejumlah alternatif yang bisa dilakukan untuk menyasar pasar ekspor dan juga aktivitas impor yang selama ini melibatkan Indonesia dengan dua negara tersebut.

Baca Juga:Presiden Ukraina Jadi Target Nomor Satu Rusia, Janji Bertahan di Kiev

Menteri Perdagangan saat melakukan kunjungan kerja di Medan, Sabtu (26/2/2022) menjelaskan perang antar dua negara tersebut tentunya berdampak pada perekonomian dunia dan mengakibatkan harga sejumlah komoditas seperti minyak, gas dan gandum akan naik.

Seperti diketahui, Rusia merupakan produsen terbesar kedua untuk gas alam dan ketiga terbesar untuk minyak bumi di dunia.

Selain itu, ekspor gandum ke dua negara jika digabungkan maka itu setara dengan 25 persen aktivitas ekspor dunia.

Lutfi menambahkan saat ini harga minyak sudah tembus 100 dolar AS per barel, sehingga gangguan rantai pasokan dan inflasi kemungkinan akan membebani konsumen di kawasan Asia termasuk Indonesia.

Harga minyak dunia ini harus diantisipasi pemerintah karena akan berpengaruh pada kebutuhan domestik dan menyangkut perubahan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Final Liga Champions Dipindah ke Paris

Oleh karena itu, mitigasi perdagangan internasional Indonesia yang memungkinkan dilakukan yaitu menyiapkan alternatif tujuan ekspor ke sejumlah negara yang ada di Amerika Selatan. Karena selama ini ekspor produk non migas seperti refined palm oil, liquid fraction of refined palm oil ditujukan ke Rusia dan Ukraina.

"Jadi artinya, di masa depan ini terutama di masa recovery covid ini, sebenarnya tidak akan menguntungkan pada ekonomi dunia, tetapi kita akan kerja sama dan kita akan melihat bagaimana strategi kita untuk memitigasi dan menjaga ekspor kita ke luar negeri tetap terjaga, dan tetap menghasilkan devisa dengan baik, " katanya.
[ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak