facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Begini Kondisi 7 Desa di Magelang yang Terdampak

Budi Arista Romadhoni Kamis, 10 Maret 2022 | 12:39 WIB

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Begini Kondisi 7 Desa di Magelang yang Terdampak
Kondisi gunung merapi pada Kamis (10/3/2022). [Instagram/BPPTKG]

Hujan abu melanda 7 desa di Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kabupten Magelang Kamis (10/3/2022). Hujan abu terjadi pasca awan panas guguran Gunung Merapi dini hari tadi

SuaraJawaTengah.id - Hujan abu melanda 7 desa di Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kabupten Magelang Kamis (10/3/2022). Hujan abu terjadi pasca awan panas guguran Gunung Merapi dini hari tadi.

Awan panas guguran Merapi tanggal 9 Maret 2022 terjadi mulai pukul 23.18 WIB. Berdasarkan pemantauan informasi dan laporan dari masyarakat, sampai dengan pukul 00.30 WIB sebaran hujan abu terjadi antara lain di wilayah:

Desa Paten, Sengi, dan Krinjing di Kecamatan Dukun serta Desa Ketep, Gantang, Jati, dan Soronalan di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Sawangan, Iryanto Purwadi mengatakan, hujan abu berintensitas sedang hingga ringan terjadi di Desa Ketep, Gantang, Jati, dan Soronalan.    

Baca Juga: Dampak dan Kronologis Gunung Merapi 5 Kali Luncurkan Awan Panas Rabu Malan

“Hujan abu akibat awan panas guguran Merapi malam tadi terpantau menyebabkan hujan abu intensitas ringan hingga sedang,” kata Iryanto, Kamis 10/3/2022).

Menurut pantauan SuaraJawaTengah.id, sisa hujan abu tampak sejak memasuki jalan Desa Sengi, Kecamatan Dukun menuju Desa Paten. Ketebalan abu semakin jelas terlihat mendekati kawasan rawan bencana III (KRB III) Merapi.

Suparjo (35 tahun) warga Dusun Jombong, Desa Paten, Kecamatan Dukun, terpaksa mencuci terlebh dahulu batang jagung sebelum diberikan kepada ternak sapi miliknya.

Abu terlihat cukup tebal melapisi tanaman milik warga termasuk pakan ternak. Menurut Suparjo, sapi tidak mau makan pakan yang masih terdapat sisa abu.

“Kalau langsung diberikan kesapi nanti makannya kurang lahap. Jadi mau tidak mau dicuci dulu biar sapinya mau makan,” kata Suparjo.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Merapi: Lima Kali Luncurkan Awan Panas Guguran ke Tenggara

Suparjo (35 tahun) mencuci pakan ternak yang terkena sisa abu vulkanik Gunung Merapi, Kamis (10/3/2022). [Suara.com/Angga Haksoro]
Suparjo (35 tahun) mencuci pakan ternak yang terkena sisa abu vulkanik Gunung Merapi, Kamis (10/3/2022). [Suara.com/Angga Haksoro]

Abu yang menempel pada pakan ternak menurut Suparjo menimbulkan bau menyengat. Dia tidak tega jika langsung memberikan pakan tanpa dicuci terlebih dahulu.   

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait