Didesak AS untuk Keluarkan Rusia dari G20, Indonesia Tetap akan Undang Vladimir Putin?

Indonesia tetap menunjukan posisinya sebagai negara bebas aktif. Bahkan, tetap akan mengundang Presiden Vladimir Putin pada acara KTT G20 di Bali

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 25 Maret 2022 | 14:35 WIB
Didesak AS untuk Keluarkan Rusia dari G20, Indonesia Tetap akan Undang Vladimir Putin?
Presiden Rusia, Vladimir Putin . [Sergei Guneyev/Sputnik/AFP]

"Tentu saja pengusiran Rusia dari forum semacam ini akan tidak membantu mengatasi masalah-masalah ekonomi. Sebaliknya, tanpa Rusia akan sulit untuk melakukannya."

Duta Besar atau Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva dalam sesi jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, Rabu (23/3/2022). [Suara.com / Arsito Hidayatullah]
Duta Besar atau Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva dalam sesi jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, Rabu (23/3/2022). [Suara.com / Arsito Hidayatullah]

Vorobieva mendesak Indonesia, yang tahun ini memimpin G20, untuk tidak terombang-ambing oleh tekanan dari negara-negara Barat.

"Kami sangat berharap pemerintah Indonesia tidak menyerah pada tekanan mengerikan yang tidak hanya diterapkan pada Indonesia tetapi begitu banyak negara lain di dunia oleh Barat," kata Vorobieva, yang juga mengatakan Rusia secara aktif mengambil bagian dalam semua pertemuan G20.

Ukraina serukan boikot kunjungan Putin

Baca Juga:Joe Biden Desak Rusia Harus Dikeluarkan dari G20

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menyerukan penolakan atas rencana kedatangan Putin ke KTT G20 di Bali akhir tahun ini.

Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin (kiri) dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu-ti (kanan) saat menyampaikan konferensi pers meminta dukungan agar menghentikan invasi Rusia di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (10/3/2022) ANTARA/Asep Firmansyah
Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin (kiri) dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu-ti (kanan) saat menyampaikan konferensi pers meminta dukungan agar menghentikan invasi Rusia di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (10/3/2022) ANTARA/Asep Firmansyah

Menurut Haminanin, kehadiran Putin di forum-forum internasional merupakan penghinaan atas demokrasi, martabat manusia, dan supremasi hukum.

"Boikot Rusia dan Putin dalam semua kemungkinan pertemuan, platform internasional, konferensi tingkat tinggi. Ini akan menjadi langkah nyata untuk mengakhiri situasi di Ukraina," kata Hamianin Rabu (23/3).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini