"Tentu saja pengusiran Rusia dari forum semacam ini akan tidak membantu mengatasi masalah-masalah ekonomi. Sebaliknya, tanpa Rusia akan sulit untuk melakukannya."
![Duta Besar atau Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva dalam sesi jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, Rabu (23/3/2022). [Suara.com / Arsito Hidayatullah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/23/78123-jumpa-pers-dubes-rusia-untuk-indonesia-lyudmila-georgievna-vorobieva.jpg)
Vorobieva mendesak Indonesia, yang tahun ini memimpin G20, untuk tidak terombang-ambing oleh tekanan dari negara-negara Barat.
"Kami sangat berharap pemerintah Indonesia tidak menyerah pada tekanan mengerikan yang tidak hanya diterapkan pada Indonesia tetapi begitu banyak negara lain di dunia oleh Barat," kata Vorobieva, yang juga mengatakan Rusia secara aktif mengambil bagian dalam semua pertemuan G20.
Ukraina serukan boikot kunjungan Putin
Baca Juga:Joe Biden Desak Rusia Harus Dikeluarkan dari G20
Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menyerukan penolakan atas rencana kedatangan Putin ke KTT G20 di Bali akhir tahun ini.

Menurut Haminanin, kehadiran Putin di forum-forum internasional merupakan penghinaan atas demokrasi, martabat manusia, dan supremasi hukum.
"Boikot Rusia dan Putin dalam semua kemungkinan pertemuan, platform internasional, konferensi tingkat tinggi. Ini akan menjadi langkah nyata untuk mengakhiri situasi di Ukraina," kata Hamianin Rabu (23/3).