"Syaratnya harus iklhas, jika tidak pasti ada kendala, entah bubur tidak matang atau kurang pas,"jelas Ali.
Lebih lanjut, dalam satu hari setiap bulan Ramadhan Ali bersama pengurus masjid mampu memasak sebanyak 250 porsi.
Ratusan porsi tersebut, ia bagikan secara cuma-cuma kepada siapa saja masyarakat yang datang untuk berbuka puasa di Masjid Jami Pekojan.
"Jadi setiap sore pas puasa masjid ini terbuka untuk siapa saja yang datang untuk berbuka,"imbuhnya.
Baca Juga:Libur Lebaran di Semarang, Yuk Ajak Keluarga Kunjungi Desa Wisata
Sementara itu warga Grobogan, Kusuma (25) menuturkan dirinya selalu menunggu moment Ramadhan untuk berbuka dengan bubur India di Masjid Pekojan.
Ia mengaku sejak duduk di bangku kuliah, selalu menyempatkan diri untuk mampir di masjid Pekojan ketika menjelang berbuka puasa.
"Kalau pas lewat sini pas puasa, saya pasti mampir untuk berbuka sama bubur India dan sekalian nunggu magrib,"katanya.