facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dukung Produk UMKM, Ganjar Kenalkan Pensil dan Boneka Made In Salatiga yang Bisa Dimakan

Budi Arista Romadhoni Selasa, 12 April 2022 | 17:13 WIB

Dukung Produk UMKM, Ganjar Kenalkan Pensil dan Boneka Made In Salatiga yang Bisa Dimakan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melihat produk UMKM di Kota Salatiga. [Dok Pemprov Jawa Tengah]

Ganjar terus mendorong UMKM bisa bangkit saat pandemi saat ini

SuaraJawaTengah.id - Kreativitas dan inovasi menjadi kunci sukses Emma Wilyama,49, pelaku UMKM asal Kota Salatiga. Tak hanya membuat produk olahan coklatnya laku di pasaran, kreasinya itu juga yang membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tertarik untuk datang.

Emma adalah salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang olahan makanan. Ia mengolah coklat menjadi makanan dalam bentuk beraneka ragam. Uniknya, bentuk olahan coklat yang dibuat Emma tak biasa. Ada bentuk pensil, boneka, angka, huruf hijaiyah, abjad dan bentuk nyeleneh lainnya.

"Lho ini pensil kan? Ini bisa di makan?," tanya Ganjar saat melihat produk Emma, Selasa (12/4/2022).

Emma hanya tersenyum malu. Kepada Ganjar, ia mengatakan semua produk yang ada di tempatnya itu bisa dimakan. Memang bentuknya unik dan tidak biasa, tapi semuanya aman dikonsumsi.

Baca Juga: Pelaku UMKM Mendominasi Penggunaan QRIS

"Bisa dimakan semua ini pak, sayangnya bapak datang pas puasa, jadi nggak bisa nyicip," ucapnya.

Ganjar pun tertawa mendengar jawaban Emma. Ia kemudian memesan sejumlah produk yang sudah selesai dibuat.

"Ini kreatif dan menarik sekali. Ada bu Emma yang membuat olahan coklat dengan beragam bentuk. Dan ini sudah jalan 12 tahunan. Dengan kreatifitas, produknya tetap laku meskipun di tengah pandemi," kata Ganjar.

Semangat Emma ini lanjut Ganjar bisa ditiru para pelaku UMKM lainnya. Kreasi dan inovasi harus terus diasah agar bisa survive dalam kondisi apapun.

"Seperti bu Emma ini, terbukti masih survive. Tinggal nanti ditrendingkan, dugaan saya pasti akan berkembang. Kalau hari ini buatnya coklat kecil, nanti bisa jadi ada pesanan coklat besar dan dari berbagai daerah di Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Ganjar Pastikan Upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah Terus Berjalan

Emma mengatakan, dirinya sudah memulai bisnis pengolahan coklat itu sejak 2010 lalu. Ia memilih membuat coklat dengan bentuk yang tidak biasa karena menyesuaikan pangsa pasar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait