facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mudik Tak Dilarang, Pedagang Telur Asin Brebes Semringah: Berani Stok Banyak

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 22 April 2022 | 15:56 WIB

Mudik Tak Dilarang, Pedagang Telur Asin Brebes Semringah: Berani Stok Banyak
Seorang karyawan toko HTM Jaya Brebes menunjukkan telur asin‎ yang sedang dalam proses pembuatan, Jumat (22/4/2022). [Suara.com/F Firdaus]

Pada 2020 dan 2021 penjualan telur asin benar-benar lesu karena adanya larangan bepergian dan mudik imbas pandemi Covid-19.

SuaraJawaTengah.id - ‎Pemerintah sudah memastikan tak melarang arus mudik Lebaran pada tahun ini. Penjual telur asin di Kabupaten Brebes pun mulai berani menambah produksi setelah dua tahun terakhir terpuruk.

Pemilik toko Telur Asin Brebes HTM Jaya, Jalan Diponegoro, Dinah (55) mengungkapkan, penjualan sudah mulai meningkat sejak sebelum Ramadhan. Sehari, telur yang terjual mencapai 500 butir dari biasanya 200-300 butir.

"Ini sebelum puasa sudah mulai meningkat. Biasanya kalau mau puasa sepi, jadi saya stok biasa saja. Tapi ini malah ramai," kata Dinah, Jumat (22/4/2022).

Pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Dinah mengaku lebih optimis penjualan akan lebih meningkat.

Baca Juga: Sambut Arus Mudik Lebaran, Polresta Solo Siapkan Pos Vaksinasi di Sejumlah Titik

Sebab, pemerintah sudah memutuskan untuk mengizinkan mudik dan tidak akan melakukan penyekatan seperti arus mudik dua tahun terakhir.

Dinah yang tokonya sudah ada sejak 1994 memperkirakan penjualan saat arus mudik mulai meningkat pada H-7 Lebaran. Penjualan juga diperkirakan akan lebih meningkat saat arus balik.

"Saya berani spekulasi meningkat tiga kali lipat dari biasanya. Jadi rencana mau stok 50 ribu butir, ini baru 40 ribu. Tahun ini berani karena kondisinya sudah kelihatan mendukung. Orang biasa sudah banyak yang keluar kota, bawa oleh-oleh. Mungkin karena tahun ini mudik diizinkan," tuturnya.

‎Dinah menuturkan, pada 2020 dan 2021 penjualan telur asin benar-benar lesu karena adanya larangan bepergian dan mudik imbas pandemi Covid-19.

Keberadaan jalan tol turut menambah sepi penjualan. Bahkan, tak sedikit penjual telur asin yang harus gulung tikar.

Baca Juga: 5 Aplikasi yang Wajib ada di HP Kamu Selama Mudik Lebaran

Padahal, tahun-tahun sebelumnya momen arus mudik dan balik Lebaran biasanya menjadi kesempatan penjual telur asin untuk meraup untung berlipat dari penjualan. Telur asin yang terjual bisa mencapai 100 ribu butir selama arus mudik dan balik.

‎"Lebaran dua tahun terakhir nggak berani stok banyak. Sehari terjual 500 butir saja sudah untung. Kalau tahun ini katanya nanti di tol diberlakukan ganjil genap, jadi nanti ada yang lewat pantura. Makanya saya berani nyetok banyak. Tahun-tahun kemarin kan malah harus masuk tol, yang keluar paling pelanggan saja," tuturnya.

‎Selain menyiapkan stok lebih banyak dari biasanya, menjelang arus mudik, Dinah juga menaikan harga telur asin yang dijualnya. Kenaikan harga ini mengikuti harga bahan baku yang melonjak.

‎Dinah biasanya menjual telur asin rebus dengan harga Rp5.000 per butir dari biasanya Rp4.500 per butir. Sedangkan telur asin asap naik dari Rp5.000 menjadi Rp6 ribu per butir.

"Bahan bakunya naik semua sejak awal puasa, makanya harga mengikuti. Telur naik dari Rp2.200 jadi Rp2.700. Garam biasanya Rp8.000 sekarang Rp10.000. ‎Harga dus untuk packing juga naik," ungkapnya.

Bahan baku telur asin yang diproduksi Dinah selain dipasok dari peternak itik di Brebes, juga ada yang berasal dari Kabupaten Pemalang. "‎Bahan baku dari lokal karena kualitasnya lebih bagus," ujarnya.

Kontributor : F Firdaus

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait