Duh! Harga Kedelai Impor di Kabupaten Kudus Kembali Naik, Dijual Rp11.950 Per Kilogram

Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, mengalami fluktuasi setelah sebelumnya sempat turun menjadi Rp11.800 per kilogram, kini naik lagi menjadi Rp11.950/kg

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 17 Mei 2022 | 15:55 WIB
Duh! Harga Kedelai Impor di Kabupaten Kudus Kembali Naik, Dijual Rp11.950 Per Kilogram
Kedelai impor dari Amerika yang selama ini mendominasi pasaran. Padahal, kualitas kedelai dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, juga bersaing. [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.]

SuaraJawaTengah.id - Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, mengalami fluktuasi setelah sebelumnya sempat turun menjadi Rp11.800 per kilogram, kini naik lagi menjadi Rp11.950/kg.

"Sejak dua pekan terakhir, harga jualnya memang berfluktuasi yang dimungkinkan karena faktor situasi global saat ini," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf dikutip dari ANTARA di Kudus, Selasa (17/5/2022).

Jika sebelumnya memang pernah mencapai Rp12.000/kg pada pertengahan Maret 2022, kemudian sempat turun. Sedangkan pekan ini harganya sempat turun dari sebelumnya Rp11.950/kg, kemudian turun lagi menjadi Rp11.900 dan turun lagi menjadi Rp11.800/kg. Akan tetapi, per hari ini (17/5) kembali naik menjadi Rp11.950/kg.

Untuk stok kedelai impor di gudang, kata dia, sangat minim karena hanya 10 ton, sedangkan permintaan penambahan stok hingga kini belum sampai di gudang.

Baca Juga:Perajin Tahu dan Tempe di Jawa Barat Dapat Kedelai dengan Harga Spesial dari Bulog

Terkait stok yang minim, salah satunya karena faktor libur Lebaran yang cukup panjang, sehingga tidak berani memperbanyak stok. Namun, setelah liburan permintaan ternyata tetap normal berkisar 15-20 ton per harinya.

"Kami sudah mengajukan permintaan kedelai impor dari Semarang, namun belum sampai di Kudus. Stok kedelai dipastikan tersedia aman," ujarnya.

Saat ini juga tersedia kedelai lokal dari Lamongan, namun harga jualnya juga cukup tinggi karena mencapai Rp10.800/kg.

Karena pasokannya tidak bisa stabil dan kualitasnya juga kalah dengan kedelai impor, untuk sementara ini Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus belum berani membeli.

Jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus sendiri diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, Mejobo dan Jati.

Baca Juga:Korban Kasus Suami Bakar Istri dan Anaknya Bertambah, Sulistiana Meninggal di RS Islam Sunan Kudus

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak