facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Survei Charta Politika: PPP Butuh Sosok Capres untuk Menguatkan Elektabilitas Partai Jelang Pemilu 2024

Budi Arista Romadhoni Kamis, 16 Juni 2022 | 10:53 WIB

Survei Charta Politika: PPP Butuh Sosok Capres untuk Menguatkan Elektabilitas Partai Jelang Pemilu 2024
Ilustrasi PPP. Sosok Capres akan menjadi booster untuk elektabilitas PPP agar mencapai "parliamentary threshold" (PT) pada pemilihan umum legislatif (pileg). [Jatimnet.com]

Sosok Capres akan menjadi booster untuk elektabilitas PPP agar mencapai "parliamentarythreshold" (PT) pada pemilihan umum legislatif (pileg)

SuaraJawaTengah.id - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan bahwa pilihan yang tepat terhadap sosok calon presiden (capres) akan menjadi booster untuk elektabilitas PPP agar mencapai "parliamentary threshold" (PT) pada pemilihan umum legislatif (pileg).

"Pileg akan bersamaan dengan pilpres (pemilihan umum presiden). Pilihan yang tepat terhadap sosok capres, menurut saya, akan sangat penting untuk bisa menjadi booster dari keberadaan partainya," kata Yunarto dikutip dari ANTARA di Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas partai di DPR. Hasilnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mencapai parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen 4 persen.

Dari 16 partai politik, tutur Yunarto, PPP menempati urutan ke-8 dari daftar elektabilitas partai dengan 2,7 persen. Di sisi lain, PAN menempati posisi ke-9 dengan elektabilitas partai sebesar 2,0 persen.

Baca Juga: Charta Politika: Elektabilitas PPP di Bawah Ambang Batas Parlemen

Yunarto menegaskan bahwa hal ini perlu menjadi catatan ketika menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Legislatif (Pileg) 2024.

"Jadi, PR (pekerjaan rumah) terbesar menurut saya perlu jadi catatan PPP dengan PAN kalau kita lihat dari partai-partai yang kemarin sudah lolos 'parliamentary threshold'. Masih menjadi PR bagaimana PPP dengan PAN ini masih harus berkutat dengan angka elektabilitas yang ada di bawah PT," ucap Yunarto.

Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei terkait elektabilitas partai di DPR, yang disiarkan di platform Zoom Meeting dan dipantau dari Jakarta, Senin (13/6/2022). [ANTARA/Putu Indah Savitri]
Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei terkait elektabilitas partai di DPR, yang disiarkan di platform Zoom Meeting dan dipantau dari Jakarta, Senin (13/6/2022). [ANTARA/Putu Indah Savitri]

Menurut Yunarto, PPP cenderung tak akan menjadi pemain utama dalam pemberitaan politik secara aktual sekarang ini. Meski demikian, Yunarto menyebut dalam survei bahwa ditemukan 15,8 persen peserta yang tidak menjawab maupun menjawab tidak tahu. Maka, ini bisa menjadi "undecided voters" yang potensial bagi keduanya.

"PPP dengan PAN masih mendapatkan angka di bawah angka 'parliamentary threshold'. Walaupun masih ada angka tidak tahu tidak jawab sebagai potensial 'undecided voters'," ucap Yunarto.

Sementara itu, berdasarkan voting elektabilitas, partai tertinggi diduduki oleh PDI Perjuangan (24,1 persen) di posisi pertama dan disusul Gerindra 13,8 persen pada posisi kedua.

Baca Juga: Pengamat Sebut Politik Identitas Sudah Tak Relevan Diterapkan di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Lalu, di peringkat ketiga ada Golkar dalam dengan elektabilitas 11,3 persen. Kemudian di peringkat ke-4 ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 8,3 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait