facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Peringatan Dini dari BMKG: Waspadai Hujan Lebat yang Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah

Budi Arista Romadhoni Senin, 27 Juni 2022 | 12:58 WIB

Peringatan Dini dari BMKG: Waspadai Hujan Lebat yang Berpotensi Terjadi di Jawa Tengah
Tim penolong mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Desa CIkedondong, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Minggu (26/6/2022) malam. [ANTARA/HO-Kecamatan Bantarsari]

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai hujan lebat yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Juni 2022

SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai hujan lebat yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Juni 2022.

"Berdasarkan pantauan terhadap dinamika atmosfer pada tanggal 26 Juni 2022, Dipole Mode Index (DMI) masih bernilai negatif, yakni minus 0,49, normalnya 0,4," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dikutip dari ANTARA di Cilacap, Senin (27/6/2022).

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan.

Dalam hal ini, pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng menjadi signifikan.

Baca Juga: Titik Panas Terdeteksi di Benua Etam, Kali Ini Ada 14 Hotspot Tersebar di 4 Kabupaten

Selain itu DMI yang masih bernilai negatif, saat sekarang terdapat belokan angin dan konvergensi, sehingga potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa khususnya Jateng masih tinggi.

"Anomali suhu permukaan air laut atau sea surface temperature (SST) masih berkisar 1-3 derajat Celcius, sehingga berpotensi menambah massa uap air," katanya.

Terkait dengan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (26/6) siang hingga malam hari, Teguh mengatakan berdasarkan pantauan di beberapa pos pengamatan, curah hujan terpantau sedang hingga sangat lebat.

Menurut dia, curah hujan sedang yang terpantau di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung sebesar 26 milimeter dan Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung sebesar 37 milimeter.

Sementara curah hujan di Sidareja terpantau 95 milimeter sehingga masuk kategori lebat, sedangkan di Karangpucung terpantau mencapai 146 milimeter dan masuk kategori sangat lebat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kaltim 27 Juni 2022, Diperkirakan Hujan Ringan Terjadi di Malam Hari

"Curah hujan sedang hingga sangat lebat terjadi di Cilacap. Konsentrasi hujan sangat lebat di sekitar wilayah Karangpucung," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait