facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Agar Tenang dan Tak Mengganggu Tabungan Masa Depan, Ini Tips Menyisihkan Dana Darurat

Budi Arista Romadhoni Kamis, 07 Juli 2022 | 07:00 WIB

Agar Tenang dan Tak Mengganggu Tabungan Masa Depan, Ini Tips Menyisihkan Dana Darurat
Ilustrasi keuangan. Mengumpulkan dana darurat yang disisihkan dari penghasilan bulanan, bisa membuat seseorang dapat menjalani hidup dengan tenang baik pada masa saat ini maupun masa mendatang. (Pixabay/Steve Buissinne)

Mengumpulkan dana darurat yang disisihkan dari penghasilan bulanan, bisa membuat seseorang dapat menjalani hidup dengan tenang baik pada masa saat ini maupun masa mendatang

SuaraJawaTengah.id - Financial Planner Anissa Steviani membagikan kiat atau cara untuk mengumpulkan dana darurat yang disisihkan dari penghasilan bulanan agar seseorang dapat menjalani hidup dengan tenang baik pada masa saat ini maupun masa mendatang.

Menurutnya, dana darurat penting untuk segera disisihkan mengingat bisa saja kondisi tak terduga dan mendesak dapat terjadi sewaktu-waktu. Tanpa dana darurat, lanjut Anissa, biasanya seseorang menjadi semakin sulit untuk melakukan pengelolaan keuangan.

Salah satu cara yang paling cepat untuk menyimpan dana darurat, kata Anissa, yaitu dengan mengalokasikan pendapatan di luar upah pokok yang hanya didapatkan dalam kurun waktu tertentu, misalnya dari Tunjangan Hari Raya (THR). Namun ia mencatat bahwa tidak banyak orang yang dapat melakukan cara ini.

"Kalau pakai persentase itu idealnya kita bisa menabung 10 persen saja dari penghasilan. Tapi untuk bisa sampai satu kali dana darurat saja, maksudnya 10 persen penghasilan untuk menjadi 100 persen, itu perlu 10 bulan kita baru mengumpulkan sekali dana darurat," kata Anissa dikutip dari ANTARA, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: 5 Hal yang Sebaiknya Kamu Tunda Demi Kebaikan Diri Sendiri

Bagi orang yang belum menikah, ia menjelaskan seseorang dapat menggunakan hitungan tiga kali pengeluaran agar terkumpul sebagai dana darurat. Hitungan tersebut semakin naik seiring dengan jumlah orang yang ditanggung.

Anissa menambahkan bagi seorang yang sudah menikah, maka dana darurat yang disarankan berjumlah sebanyak enam kali pengeluaran. Jika sudah memiliki satu anak, maka sembilan kali pengeluaran. Kemudian jika satu anak akan menempuh jenjang pendidikan, maka sembilan kali pengeluaran.

"Anaknya satu dan mau sekolah, pertanyaannya kapan bisa sampai sembilan kali pengeluaran bulanan? Lama banget. Tapi yang harus dipahami, ini merupakan perjalanan. Jadi tidak apa-apa kalau kamu pelan-pelan mengumpulkan dana darurat itu, tapi (yang penting) sudah tahu tujuannya apa," kata Anissa.

Walau dilakukan secara bertahap, Anissa mengingatkan agar pengumpulan dana darurat jangan sampai berhenti di tengah jalan atau malah mengalami kemunduran. Ia juga mengingatkan agar jangan sampai mengutang atau menggunakan pos keuangan lainnya untuk menutupi kebutuhan dana darurat.

Anissa mencontohkan bagaimana dirinya sendiri baru mampu mengumpulkan dana darurat sebanyak sembilan kali pengeluaran bulanan setelah enam tahun melakukan perencanaan keuangan.

Baca Juga: Wajib Punya, Ini 3 Langkah Mudah Menyiapkan Dana Darurat

"Namanya hidup memang terus berjalan dan terus berubah-ubah tapi setidaknya kita sudah tahu tujuannya ke mana dan berapa yang harus kita kumpulkan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait