Memotong Rantai Pasokan di Pasaran, Pemprov Jateng Subsidi Harga Pangan Pokok Strategis

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi untuk menstabilkan harga pangan pokok strategis

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:58 WIB
Memotong Rantai Pasokan di Pasaran, Pemprov Jateng Subsidi Harga Pangan Pokok Strategis
Ilustrasi pangan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi untuk menstabilkan harga pangan pokok strategis. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi untuk menstabilkan harga pangan pokok strategis. Selain operasi pasar, juga dilakukan fasilitasi distribusi untuk memotong rantai pasokan di pasaran.

Dengan mekanisme ini, petani tetap mendapat harga bagus dan konsumen tidak tercekik harga mahal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng Dyah Lukisari mengatakan, fasilitasi distribusi dilakukan untuk delapan pangan pokok strategis.

Selain cabai dan bawang yang kini harganya naik drastis, upaya ini juga diterapkan untuk beras, telur, gula, minyak, sayur dan jagung serta daging sapi. Total fasilitasi distribusi yang telah dilakukan mencapai 1.308.596 kilogram.

Baca Juga:Kasus Korupsi Pengadaan Jalan, Ditreskrimsus Polda Jateng Tetapkan Sekda Pemalang Sebagai Tersangka

Delapan komoditas pangan pokok strategis itu, disalurkan pada beberapa kota yang mengalami kenaikan harga yang tinggi. Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan peternak ayam di Kendal.

"Fasilitasi distribusi yang kami lakukan adalah dengan menyubsidi terkait proses transportasi, bongkar muat dan packing," ujarnya, Kamis (21/7/2022)

Dengan upaya itu, petani tidak dirugikan. Karena pembelian sesuai dengan harga berlaku di pasaran. Sedangkan, konsumen tidak dicekik harga terlalu mahal, sebab biaya distribusi telah terpangkas.

Dyah mengatakan, Dishanpan Jateng akan melakukan kerjasama dengan PD Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) selaku BUMD, untuk menyalurkan produk pangan strategis ke konsumen, melalui fasilitasi distribusi. Dengan hadirnya CMJT diharapkan bisa memotong rantai distribusi.

"Ini akan terus kami lakukan. Sumber anggaran kami selain dari APBD juga dari pusat dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas). Karena kadang kita mengambil harga pangan pokok strategis dari luar provinsi," sebutnya.

Baca Juga:Sering Dinyiyiri, Ganjar Pranowo Sebut Tugas Gubernur Melayani Rakyat, Bukan Berprestasi

Selain fasilitasi distribusi Dishanpan juga melakukan operasi pasar. Terakhir operasi pasar yang dilakukan bekerjasama dengan Bank Jateng dan PD CMJT. Total ada 85.000 kilogram komoditas berupa cabai, bawang merah dan jagung yang intervensi pembeliannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini