Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Pemulung di TPSA Pasuruhan Magelang, Sering Nemu Uang dan Keris Pusaka

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 23 September 2022 | 13:46 WIB

Cerita Pemulung di TPSA Pasuruhan Magelang, Sering Nemu Uang dan Keris Pusaka
Tarsudi (56 tahun) penjaga malam sekaligus pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasuruhan, Mertoyudan, Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi].

Gunungan sampah di tempat pembuangan akhir Pasuruhan, Magelang ternyata menjadi berkah bagi para pemulung

SuaraJawaTengah.id - Gunungan sampah di tempat pembuangan akhir Pasuruhan, Magelang menjadi berkah bagi para pemulung. Sering menemukan benda berharga yang tidak sengaja terbuang bersama sampah.

Tarsudi (56 tahun), mengaku bekerja sebagai penjaga malam di TPSA Pasuruhan, Mertoyudan sejak tempat itu dibuka tahun 1996. Upahnya saat itu baru Rp300 ribu sebulan.

Jika malam Tarsudi menjadi petugas keamanan, siang hari waktunya diisi dengan memulung sampah.

Warga Dusun Wayuhrejo, Desa Pasuruhan ini mengaku bisa mendapat uang sekitar Rp3 juta per bulan dari hasil menjual rongsok. Sampah plastik, alumunium, dan besi dikumpulkan dari truk-truk sampah yang buang muatan di Pasuruhan.

Baca Juga: Aksi Hotman Paris Berikan Uang ke Anak Pemulung Dibanjiri Pujian dari Netizen: Ini Wakil Rakyat Sesungguhnya

"Sampah saya pilah-pilah lagi yang laku dijual yang bisa didaur ulang. Seperti plastik, alumunuim, besi. Saya ambil yang laku-laku dijual lagi itu," kata Tarsudi saat ditemui di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasuruhan, Kamis (23/9/2022) sore.

Pendapatan Tarsudi dari memulung rongsokan, bahkan lebih besar dari honornya sebagai tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang.

Saat memilah rongsokan, Tarsudi juga sering menemukan barang-barang berharga yang tidak sengaja ikut terbuang bersama sampah. "Paling sering nemu uang. Pernah nemu Rp1 juta. Pernah juga Rp900 ribu."

Tapi paling heboh saat Tarsudi menemukan cincin emas saat sedang memulung di TPSA Pasuruhan. Tidak sengaja dia melihat benda berkilau itu menempel pada besi keruk ekscavator yang sedang sibuk mencedok sampah.

Temuan langsung dieksekusi ke toko emas terdekat. Cincin dijual seharga Rp2 juta yang sebagian uangnya dipakai untuk mentraktir makan teman-teman sesama pemulung.

Baca Juga: Bangun Kantor Baru, Pemkot Magelang Siapkan Dana Rp70 Miliar

"Saya nemu cincin itu menempel di bucket (keruk) ekscavator. Kurang lebih 2 gram. Baru satu kali itu saya nemu cincin di tempat buangan sampah."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait