"Kamar dua itu jebol semua sama dapur juga. Yang di kamarnya ini (menunjuk anak sulung) juga jebol. Untung dia entah lari entah lompat tidak tahu. (Putri) tidak bisa langsung ketutupan tanah," akunya.
Selain anaknya, ia nyaris kehilangan suaminya. Seandainya terlambat sepersekian detik tubuh suaminya juga bisa saja terkubur material longsor susulan. Beruntung bisa selamat walau kedua kakinya terluka karena terkena sapuan material.
Hingga kini ia masih tak percaya. Saat ditemui di kediaman nenek korban (mertuanya), tatapannya kerap kosong. Suaminya hanya bisa tertidur di ruang tamu karena kondisi kakinya terluka. Sesekali menangis mengingat kejadian kelam semalam.
"Bagaimana ya, rumahnya bodol semua, cobaannya berat banget ya Allah," gumamnya.
Baca Juga:Masuk Musim Penghujan Bandung Barat Terkepung Longsor, Satu Pekerja Pabrik Home Industri Tewas
Kasi Kesra Desa Kalisari, Marno sebenarnya tidak melihat lokasi tersebut menjadi titik rawan longsor. Karena tidak ada retakan dan pergerakan tanah sebelumnya. Lokasi tersebut juga menurutnya berpondasi batu.
"Sebetulnya disitu kalau dilihat tanah kuat karena berbentuk wadas hitam (batu hitam). Hanya saja daridulu saya juga paham lokasi tersebut, itu keluar seperti embun-embun air. Apalagi jika kondisi panas setelah hujan reda," tuturnya.
Saat proses evakuasi sekitar pukul 01.12 WIB dinihari, ia berada di lokasi untuk membantu. Namun ia tidak mengetahui persis kondisi Putri saat itu masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Kontributor : Anang Firmansyah
Baca Juga:Bandung Barat Dikepung Bencana Longsor, Satu Pekerja Pabrik Basreng Tewas