Cuaca Ekstrem, Jalur Lintas Selatan di Cilacap Tergenang Banjir, Begini Kondisinya

Cuaca ekstrem terjadi di Wilayah Kabupaten Cilacap. Hal itu menyebabkan bencana banjir yang menyebabkan jalur selatan terhambat

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:54 WIB
Cuaca Ekstrem, Jalur Lintas Selatan di Cilacap Tergenang Banjir, Begini Kondisinya
Tangkapan layar video kiriman BPBD Kabupaten Cilacap terkait genangan banjir di Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) Jawa Tengah ruas jalan nasional Sidareja-Pangandaran yang masuk wilayah Desa Cinyawang, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Rabu (26/10/2022). [ANTARA/HO-BPBD Cilacap]

"Karung-karung plastik itu akan diisi pasir dan akan digunakan untuk membendung genangan banjir di jalan guna mengantisipasi air meluap ke permukiman di sebelah timur tanggul," kata Wijonardi.

Lebih lanjut, dia mengatakan hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (25/10) petang hingga Rabu (26/10) dini hari juga mengakibatkan banjir di Desa Wanareja, Sidamulya, dan Bantar, Kecamatan Wanareja, dengan tinggi genangan air berkisar 20-120 centimeter.

Menurut dia, jumlah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Wanareja mencapai 400 jiwa dari 163 keluarga.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Jambu (Kecamatan Wanareja), Cijeruk (Dayeuhluhur), Cijati (Cimanggu), Salebu, Sepatnunggal, dan Cibeunying (Majenang) serta bencana tanah bergerak di Desa Matenggeng (Dayeuhluhur) dan Boja (Majenang).

Baca Juga:Cuaca Ekstrem Sebabkan Longsor di Cinangka Serang, Tanah di Bawah Jalan Raya Palka Amblas

"Kami melalui UPT BPBD Wilayah Majenang telah melakukan asesmen terhadap bencana di Majenang, Wanareja, Cimanggu, dan Dayeuhluhur," kata Wijonardi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi karena berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga tanggal 27 Oktober 2022. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini