Kisah Panjang Dibalik Kekayaan Alam Dataran Tinggi Dieng, Tak Terima Dirusak oleh Aktivitas Proyek Geothermal

Dataran Tinggi Dieng memiliki potensi energi yang luar biasa, namun tak disangka warga sekitar menolak keras dengan proyek-proyek untuk mengambil kekayaan alam warisan leluhur

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 02 November 2022 | 12:16 WIB
Kisah Panjang Dibalik Kekayaan Alam Dataran Tinggi Dieng, Tak Terima Dirusak oleh Aktivitas Proyek Geothermal
Petani beraktivitas di sekitar sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom.

"Pad 38 sementara di awal, didorong oleh pemerintah yang paling optimal, ekonomis dan memenuhi syarat lingkungan. Jadi pasti Geo Dipa tidak akan mengorbankan lingkungan disana. Itu kan ruang hidup semua orang," ujarnya.

Untuk material yang sudah berada di pad 38, pihaknya sempat kesulitan untuk mengambil barang lantaran dihalangi warga.

"Sudah ada material yang disimpan disana. Kami mau ambil ada yang menghalangi. Tapi kemarin dibantu ada pemerintah Forkompinda, Kejagung, masyarakat, Kajari dan Kapolres, bisa mulai kita ambil materialnya," kata dia.

Meski saat ini pihaknya tidak melakukan aktifitas apapun selain mengambil material, pihaknya memastikan akan terus menyelesaikan target 400 Mega Watt.

Baca Juga:Pemerintah Berencana Bangun Pembangkit Geothermal dan Nuklir untuk Capai Target Net Zero Emission

"Enggak, terus lanjut target 400 Mega Watt. Kami minta pengawalan Forkompinda , Kejaksaan Agung bahwa proyek ini sesuai dengan rencana manfaat yang ditetapkan oleh pemerintah," tandasnya.

Dengan begitu, apakah masyarakat Dieng sudah bisa benar-benar tenang sekarang ? Mungkinkah lokasi pad 38 akan sepenuhnya berhenti atau hanya bergeser ?

Kontributor : Citra Ningsih

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini