Di lantai Ground Pollux Habibie Mall, juga terdapat tenant J.Co ada sebagai tempat kongkow dengan keunggulannya donat yang renyah dengan cita rasa yang khas. Persis di lantai atas J.Co terdapat tenant Starbucks, tempat kongkow ngopi dengan cita rasa internasional.
Menurut Handoyo, soft opening Pollux Habibie Mall termasuk melambat lantaran terjadinya pandemi covid-19. Termasuk belum semua tenant beroperasi, karena sebagian masih set up ruangan.
"Sebenarnya sudah lama manajemen mau soft opening. Berhubung Covid-19 tiga tahun lebih, semua melambat. Meski melambat, tapi progres tetap kita lanjutkan," ungkap Handoyo.
Dekat dengan Singapura
Baca Juga:Detik-detik Mencekam Jelang Orde Baru Runtuh, Soeharto dan BJ Habibie Malah Panas Akibat Ini
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Gustian Riau mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendukung kehadiran Pollux Habibie Mall, sebagai mal ke-23 yang beroperasi di Batam.
"Mall ini posisinya strategis dengan segmen produk branded. Biarlah wisatawan nasional jalan-jalan di Singapura dan Malaysia, tapi belanjanya di Pollux Habibie Mall," ujar Gustian.
Dengan demikian, lanjutnya, kehadiran Pollux Habibie Mall bisa menarik wisatawan dan meningkatkan devisa, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Batam meningkat.
"Memang kita akui Covid-19 tiga tahun lebih, memukul semua sektor. Tapi, Pak Wali giat membangun infrastruktur agar pasca Covid-19, investor siap recovery ekonomi," tandas Gustian.
Baca Juga:4 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Dunia, Ada yang Mencapai 828 meter!