Parah! Mbah Slamet Ngaku Masih Ada 16 Korban Lagi, Tapi Lupa Lokasi Nguburnya

Kabar terbaru kasus pembunuh berantai Mbah Slamet disebut-sebut masih ada 16 korban lagi

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 18 April 2023 | 15:27 WIB
Parah! Mbah Slamet Ngaku Masih Ada 16 Korban Lagi, Tapi Lupa Lokasi Nguburnya
Tersangka Dukun Slamet Tohari atau ST saat ditanya nama korban yang dikubur usai diracun. [Suara.com/Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Kabar terbaru kasus pembunuh berantai “Mbah Slamet” disebut-sebut masih ada 16 korban lagi.

Slamet Tohari atau dikenal sebagai Mbah Slamet baru-baru ini mengakui masih ada 16 korban lagi yang belum ditemukan.

Saking banyaknya yang telah menjadi korban pembunuhan, mbah Slamet sampai lupa lokasi dimana dirinya menghabisi 16 korban tersebut.

Sebelumnya, Mbah Slamet si pembunuh berantai mengaku telah membunuh 12 orang. Kemudian, usai diinterogasi lebih lanjut pengakuan mbah Slamet bertambah 16 korban lagi.

Baca Juga:Setahun Menghilang, Theresia dan Okta Korban Dukun Mbah Slamet Dimakamkan di Magelang

"Pengakuan pertama kan 12 korban di temukan. Kemudian tersangka mengaku lagi 16," ungkap Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto kepada suara.com, Selasa (18/4/2023).

Sehingga, total korban berdasarkan pengakuan tersangka sebanyak 28 orang.

"Betul (28 korban)," tandasnya.

Atas pengakuan tersangka, pihak kepolisian kemudian melakukan penggalian bersama BPBD dan relawan di lokasi yang ditunjuk.

"16 korban ini sudah kita lakukan penggalian bersama dengan BPBD dan relawan juga turut serta disana," kata dia.

Baca Juga:Suasana Haru Menyelimuti Serah Terima Jenazah Korban Pembunuhan Berencana Mbah Slamet

Pada saat proses penggalian, tersangka turut dihadirkan di lokasi untuk menunjukkan titik dimana dia mengubur 16 korban lainnya.

"Sehingga, tersangka kita bawa ke lokasi untuk menunjukkan tempat dimana tersangka melakukan pembunuhan atau penguburan," terangnya.

Proses pencarian korban berlangsung selama 2 hari. Pada hari pertama, penggalian dilakukan secara manual namun belum berhasil ditemukan.

"Sampai di TKP dia (Slamet Tohari) yakin bahwa TKP nya ada di kebun milik masyarakat. Penggalian dilakukan secara manual , dihari pertama itu dari jam 11 sampai pukul 5 sore, dan kita tidak mendapatkan (mauat korban)," kata dia.

Kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan menggunakan alat berat. Namun hasilnya juga masih nihil.

"Akhirnya kita berupaya, minta bupati untuk pinjam alat berat, hari kedua kita gali semua sampai menjadi seperti kolam," terangnya.

Kini, kepolisian terus melakukan pendalaman interogasi terhadap tersangka untuk memastikan lokasi penguburan 16 korban lainnya.

"Sebenarnya tempat menguburnya 16 orang ini dimana? nah ini terus kita lakukan (interogasi)," tegasnya.

Sementara saat ini, kepolisian telah mendapat laporan orang hilang sebanyak 22 aduan.

"Sekarang sudah ada 22 laporan (orang hilang). Sedangkan yang sudah dikembalikan 8 jenazah. Jadi masih ditunggu untuk ante mortemnya," jelasnya.

Tak hanya jumlah korban yang bertambah, polisi berhasil menguak kejahatan yang dilakukan oleh Mbah Slamet sudah dilakukan sejak tahun 2011.

"Pengakuan awal kan 2020, kemudian dilakukan inten interogasi nambah 16 nah itu yang dilakukan tahun 2011-2012," sebutnya.

Kini, proses penggalian dalam rangka pencarian 16 korban lain dihentikan sementara.

"Masih interogasi dulu untuk mengingat (lokasi penguburan)," pungkasnya.

Kontributor : Citra Ningsih

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini