Ormas di Jawa Tengah Tolak Gerakan "People Power" Mega-Bintang di Solo

Ormas di Jawa Tengah menolak rencana aksi people power yang digelar di Solo pada Jumat (7/7/2023) mendatang

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 05 Juli 2023 | 21:49 WIB
Ormas di Jawa Tengah Tolak Gerakan "People Power" Mega-Bintang di Solo
Spanduk menolak “people power” yang digelar di Solo pada Jumat (7/7/2023) mendatang.[ Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Organisasi Massa (Ormas) Lindu Aji menolak rencana aksi “people power” yang digelar di Solo pada Jumat (7/7/2023) mendatang.

Sekjen DPP Lindu Aji Nanang Setyono menyebut bila aksi “People Power” yang digagas oleh Ketua Dewan Pembina Mega-Bintang Moedrick Sangidu tersebut hanyalah akan memicu kegaduhan baru yang hasilnya tidak akan memberikan dampak apa-apa terhadap masyarakat, khususnya di tengah situasi sosial ekonomi yang tidak menentu.

"Kami dari Lindu Aji dengan tegas menolak rencana People Power dari kelompok Mega-Bintang. Kami yakin hanya akan membuat kegaduhan baru, sementara rakyat ini lagi pusing dihadapkan pada situasi sosial ekonomi yang tidak menentu. Nggak akan ada hasilnya," ungkap Nanang di Semarang, Rabu (5/7/2023).

Nanang tak menampik bila iklim politik saat ini tengah memanas menjelang masa Pemilu dan Pilpres. Di sisi lain, aksi demo turun ke jalan mengkritisi pemeritah merupakan bagian dari demokrasi, namun oleh Nanang tak berarti harus menurunkan Pemerintahan yang ada.

Baca Juga:Aji Santoso Sukses Laga Perdana Tandang Liga 1, Kini Janji Bawa Persebaya Surabaya Jugkalkan Barito Putera

"Lindu Aji paham sekali kondisi politik saat ini yang memanas jelang Pemilu dan Pilpres, aksi demo turun ke jalan juga bagian demokrasi, tapi bukan terus untuk menurunkan Pemerintahan. Kan rezim ini juga akan berakhir sebentar lagi," ujar Nanang.

Lindu Aji pun akan menggerakkan anggotanya di seluruh DPC di Jawa Tengah untuk membantu dan bersinergi dengan aparat Polri dan TNI dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat termasuk mencegah adanya provokasi yang menjadikan suasana bernasyarakat tidak kondusif.

"Secara resmi pernyataan kami ini akan disampaikan ke seluruh anggota dan DPC yang ada. Anggota kami ada sekitar 100 ribu orang ," imbuh Nanang.

Pernyataan penolakan juga disampaikan Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Setyawan Budi yang tidak ingin Jawa Tengah dalam suasana tidak kondusif atau chaos karena konflik politik.

"Silakan kalau mau demo atau aksi turun ke jalan, tapi kalau sampai sudah ajakan People Power, ya kami menolak. Kondisinya di era 1997-1998 beda dengan sekarang, jadi kalau ingin bernostalgia politik, jangan benturkan dengan masyarakat. Biarkan kami, Jawa Tengah ini adem tentrem, aman damai," ujar Setyawan.

Baca Juga:Cedera Kontra Persebaya, Karir Pemain Persis Solo Gavin Kwan Dicap Melambat?

Rencana People Power disampaikan langsung oleh Pembina Mega-Bintang Moedrick Sangidu dalam diskusi bertajuk “Rakyat Bertanya Kapan People Power?” di Gedung Umat Islam Kartopuran Solo, pada Minggu (11/6) lalu.

Pada diskusi yang juga dihadiri politisi senior Amien Rais tersebut menyebutkan aksi People Power akan digelar pada Jumat, 7 Juli 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak