Klenteng Tay Kak Sie di Semarang Ramai Dikunjungi Caleg, Berharap Menang Lewat Bantuan Para Dewa

Klenteng Tay Kak Sie yang berlokasi di Gang Lombok Nomor 62 Kelurahan Kauman jadi jujugan para caleg semasa musim kampanye

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 25 Januari 2024 | 14:11 WIB
Klenteng Tay Kak Sie di Semarang Ramai Dikunjungi Caleg, Berharap Menang Lewat Bantuan Para Dewa
Potret salah satu pengunjung sedang berdoa di dalam Klenteng Tay Kak Sei. Kamis (25/1/24) [Suara.com/Ikhsan]

SuaraJawaTengah.id - Mendekati hari pencoblosan yang tinggal beberapa minggu lagi. Para calon legislatif (caleg) di Kota Semarang melakukan berbagai cara untuk memenangkan pemilihan umum (pemilu).

Salah satu caranya mereka mendatangi rumah ibadah. Klenteng Tay Kak Sie yang berlokasi di Gang Lombok Nomor 62 Kelurahan Kauman jadi jujugan para caleg semasa musim kampanye.

Diakui Kepala Operasional Klenteng Tay Kak Sie, Andre Wahyudi membenarkan banyak caleg yang silih berganti memanjat doa memohon bantuan para dewa supaya disukseskan dalam mengikuti kontestasi lima tahun tersebut.

Andre begitu panggilan akrabnya tidak melarang caleg yang berdoa di Klenteng Tay Kak Sie. Namun tidak akan tegas menolak jika rumah ibadah orang-orang Tionghoa dijadikan media berkampanye.

Baca Juga:Caleg Gagal Berpotensi Alami Gangguan Mental, Ini Penjelasan Psikiater

"Saya nggak bisa bantu promosi karena ada larangan Klenteng tidak boleh untuk kampanye. Kalau mau datang, silahkan asal tidak membawa atribut partai," ucap Andre pada Suara.com, Kamis (25/1/24).

Dilanjutkan Andre, para caleg yag datang ke Klenteng Tay Kak Sei tidak hanya yang berasal dari agama Konghucu. Melainkan dari berbagai agama lainnya.

"Mereka (caleg) datang secara personal minta dibantu didoakan supaya sukses dalam pileg tahun ini," ujarnya.

Dari tahun ke tahun, Andre turut senang dengan banyaknya etnis Tionghoa di Indonesia yang melek politik. Ini dibuktikan dengan banyaknya mereka yang jadi caleg baik ditingkat kota/kabupaten, provinsi hingga provinsi.

Namun sejauh ini mereka yang sudah terpilih di parlementer dikatakan Andre belum terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia.

Baca Juga:Dua Rumah Sakit di Kota Semarang Siap Tampung Caleg Stres Kalah Pemilu, Ini Lokasinya

Ia kemudian berpesan pada mereka yang sudah jadi anggota DPR maupun yang belum terpilih untuk tidak sekedar menebar janji. Para caleg harus tetap memperjuangkan suara-suara rakyat di bawah.

"Semoga mereka yang nanti terpilih jangan suka sok sibuk di parlemen. Tetap ingat yang dibawah," harapnya.

Budaya Politik

Setiap musim pemilu para politisi di Indonesia sering kali mendadak jadi rajin berziarah kubur ke makam ulama, datang ke dukun hingga mengunjungi tempat-tempat ibadah.

Rupanya fenomena lima tahunan itu sudah menjadi budaya yang mengakar dan sudah sejak dulu. Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Wahid Abdulrahman tidak mengetahui secara pasti kapan hal tersebut jadi sebuah budaya.

"Politik budaya seperti ziarah kubur jelang pemilu itu sudah berlangsung sejak lama," kata lelaki yang akrab disapa Wahid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak