Utusan Istana Sampai Turun Gunung, Rayu Rektor Unissula Tidak Kritik Pemerintahan Jokowi

Orang utusan istana itu merupakan mantan rektor perguruan tinggi di Kota Solo.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 08 Februari 2024 | 17:29 WIB
Utusan Istana Sampai Turun Gunung, Rayu Rektor Unissula Tidak Kritik Pemerintahan Jokowi
Presiden Jokowi saat melakukan ground breaking pembangunan RSUP di IKN. [Ist]

SuaraJawaTengah.id - Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Kota Semarang, Gunarto mengaku didatangi orang yang mengklaim utusan istana. Orang tersebut meminta Gunarto untuk tidak mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi.

Dalam pengakuannya pada Suara.com, utusan istana mendatangi kantor Gunarto pada hari Rabu (7/2/2024). Dia sempat berbincang-bincang dengan orang utusan istana tersebut selama satu jaman.

Dijelaskan Gunarto, orang utusan istana itu merupakan mantan rektor perguruan tinggi di Kota Solo. Dia meminta secara khusus agar kampus Unissula jangan mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi.

"Iya benar, saya didatangi tim khusus pak lurah. Tapi saya tolak permintaan tersebut karena Unissula kampus perjuangan sejak kelahirannya 20 Mei 1962," ujar Gunarto saat dikonfirmasi Suara.com melalui saluran telpon, Kamis (8/2/24).

Baca Juga:Disinggung Mahfud MD, Rektor Unika Soegijapranta Benarkan Diminta Video Apresiasi Kinerja Jokowi

Selain menolak untuk tidak mengkritik pemerintahan Jokowi. Gunarto berencana menyerukan petisi gerakan moral seperti perguruan tinggi lainnya pada hari Senin (12/2/2024).

"Kami akan menyampaikan petisi untuk mengokohkan demokrasi Indonesia dan melawan bau busuk nepotisme di Pilpres 2024," tegasnya.

Gunarto juga ternyata sempat dihubungi anggota Polrestabes Semarang untuk diminta bikin video berisikan apresiasi kinerja Jokowi hingga soal pemilu.

Lebih lanjut, dia menerangkan kalau pihak Polrestabes Semarang menyampaikan empat tema sebagai bahan pembuatan video. Pertama, tidak mendiskriditkan pemerintah dan menjaga kondisivitas kampus Unissula. Kedua, tidak melibatkan mahasiswa Unissula dengan aktivitas politik praktis.

Ketiga, supaya menyerahkan pelaksanaan pilpres pada penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu dan DKPP. Terakhir, untuk melaksanakan pilpres secara damai tanpa hoak dan anti polarisasi.

Baca Juga:Soal Mahfud MD Mundur, Presiden Jokowi Pastikan Kebinet Indonesia Maju Tetap Solid

"Dan keempat poin tersebut kami tolak dengan halus. Karena Unissula melakukan penguatan demokrasi dengan melawan bau busuk nepotisme pilpres 2024," tandasnya.

Kontributor : Ikhsan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak