Wing mencontohkan, pada kirab budaya biasanya ada prosesi penyerahan dan pembacaan suhuf halaqah, yakni semacam pengumuman penentuan awal puasa oleh Wali Kota Semarang di Alun-Aun Semarang.
"Insya Allah, pada proses penyerahan dan pembacaan suhuf halaqoh di Alun-Alun Masjid Kauman Semarang, Kami akan coba ubah 'setting' dengan memamerkan pemukulan bedug raksasa," katanya.
Tidak hanya itu, akan dibuat sebanyak lima gunungan makanan untuk meramaikan kirab budaya, sekaligus memecah keramaian masyarakat, karena biasanya hanya ada satu gunungan yang diperebutkan.
"Seperti tahun lalu, kasihan masyarakat rebutan gunungan karena hanya satu. Nanti maestro -gunungan- paling besar di dekat bedug, kemudian akan dibikin empat gunungan lain berukuran lebih kecil," katanya.
Baca Juga:Petahana Terdepak di Pemilu 2024, Wajah-wajah Baru Bakal Masuk ke DPRD Kota Semarang
Empat gunungan yang berukuran lebih kecil itu akan ditempatkan di empat sisi Alun-Alun Semarang, sehingga masyarakat tidak terpusat di tengah dan bisa lebih merata dalam mendapatkan gunungan.