Perkuat Pengendalian Abrasi di Pantai Utara Jawa, Indosat Gandeng UNDIP Wujudkan Digitalisasi Konservasi Mangrove

Indosat kembali melanjutkan komitmennya untuk melestarikan lingkungan melalui program Digitalisasi Konservasi Mangrove

Budi Arista Romadhoni
Senin, 27 Mei 2024 | 15:46 WIB
Perkuat Pengendalian Abrasi di Pantai Utara Jawa, Indosat Gandeng UNDIP Wujudkan Digitalisasi Konservasi Mangrove
Muhammad Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison memperlihatkan sistim digitalisasi konversi mangrove di wilayah pesisir dengan memanfaatkan teknologi IoT untuk mengantisipasi dampak abrasi di pantai utara Jawa di Undip pada Senin (27/5/2024).

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D menyambut baik kolaborasi dengan Indosat untuk melestarikan ekosistem mangrove di pesisir utara Pulau Jawa. Menurutnya, topik ini memang menjadi salah satu fokus penelitian di Universitas Diponegoro, khususnya di FPIK.

“Kami memiliki sejumlah pakar terkait konservasi mangrove dan FPIK siap mendukung penerapan IoT Indosat, termasuk analisis data serta penentuan lokasi program di area tambak desa Morodemak seluas 1 hektar," ujarnya. 

Ia berharap dengan kolaborasi ini, pelaksanaan program Digitalisasi Konservasi Mangrove dapat berjalan secara efektif dan optimal, sehingga memberikan dampak positif yang sebesar-besarnya. 

"Tidak hanya bagi pelestarian lingkungan, tapi juga bagi peningkatan perekonomian masyarakat pesisir utara Pulau Jawa,” kata Winarni.

Baca Juga:Di WWF Bali 2024, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama Dengan UNESCO-IHE Institute for Water Education

Setelah berjalan di Banda Aceh dan Semarang, Indosat menargetkan program Digitalisasi Konservasi Mangrove akan dilanjutkan di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat di tahun ini. 

Kolaborasi dengan universitas setempat menjadi salah satu fokus utama Indosat dalam mendukung terciptanya pusat riset dan inovasi unggulan yang diperkuat oleh sumber daya manusia lokal berkualitas, tidak hanya memperkuat peran teknologi, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dikembangkan didukung oleh pengetahuan ilmiah dan pemahaman mendalam tentang lingkungan setempat. Hal ini sejalan dengan misi Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Digitalisasi Konservasi Mangrove merupakan kelanjutan dari program Tanam Oksigen yang telah diluncurkan perusahaan, yang didedikasikan untuk mencegah punahnya udara bersih akibat masifnya emisi karbon dioksida. Indosat telah memulai inisiasi secara internal yang melibatkan kayawan perusahaan untuk berperan aktif dalam penanaman mangrove secara digital. 

Bagi masyarakat umum yang ingin berkontribusi, dapat berpartisipasi langsung melalui ioh.co.id/tanamoksigen dengan melakukan pembelian bibit mangrove. Upaya bersama ini sejalan dengan tujuan besar perusahaan, dalam memberdayakan Indonesia melalui teknologi.

Baca Juga:Bos Indosat Sebut Starlink Bukan Pesaing, Siap Berkolaborasi untuk Gunakan Satelit Low Orbit

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini