Ibu dari Dokter Aulia Buka Suara, Tangis Pecah, Pelaku Perundungan Bukan Orang Sembarangan

Nuzmatun Malinah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kasus perundungan yang menimpa anaknya, Dokter Aulia Risma Lestari

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 19 September 2024 | 17:56 WIB
Ibu dari Dokter Aulia Buka Suara, Tangis Pecah, Pelaku Perundungan Bukan Orang Sembarangan
Nuzmatun Malinah, ibunda almarhumah Dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswa PPDS Anestesi Undip, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kasus yang dialami anaknya, Rabu (18/9/2024) malam. (suara.com/Sigit AF)

SuaraJawaTengah.id - Nuzmatun Malinah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kasus perundungan yang menimpa anaknya, Dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) di RSUP Dr. Kariadi Semarang, Rabu (18/09/2024) malam.

Rasa sakit kehilangan putrinya itu, masih jelas terlihat. Bibirnya berat mengungkapkan kisah yang membuatnya terluka. Namun, demi mencarikan keadilan untuk anaknya, sepenggal kata demi kata tentang Dokter Aulia, dia rangkai untuk menjadi cerita.

Cerita dimulai pada 2022 ketika Dokter Aulia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke PPDS Anestesi Undip. Itu merupakan cita-cita dia sedari dulu ketika menjadi Dokter Umum di RSUD Kardinah Tegal.

Aulia tahu menggapai cita-cita memang tidak mudah. Namun, hal yang tidak pernah dia bayangkan adalah lingkungan pendidikan PPDS Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi yang terlampau tak manusiawi.

Baca Juga:Skandal Perundungan Guncang PPDS Undip-Kariadi, DPR: Tata Kelola Harus Diperbaiki!

Aulia harus memulai pendidikan di pada pukul 03.00 WIB dan pulang dari ruang operasi pukul 01.00 WIB. Beban pendidikan dan praktik itu dia ceritakan ke orang tuanya.

Puncaknya, pada 25 Agustus 2022, dr. Aulia mengalami kecelakan tunggal pada pukul 01.30 WIB. Dia jatuh keselokan karena kelelahan sehingga mengalami luka di kaki dan punggung.

"Setelah jatuh itu, kakinya terluka, punggungnya sakit dan harus menjalani operasi. Anak saya sebelum ke Undip itu sehat," kata Malinah yang sudah bercucuran air mata.

Diceritakannya, dr. Aulia menjalani operasi sebanyak dua kali karena kecelakaan tersebut. Operasi terakhir yang dia lakukan yakni di RS Sultan Agung Semarang pada 26 Juli 2024.

Malinah mengatakan dengan kondisi sakit, ternyata tak membuat Dokter Aulia mendapatkan keringanan. Anaknya bahkan diminta mengangkut makanan untuk para seniornya dengan kondisi kaki pincang tanpa boleh menggunakann troli.

Baca Juga:Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswi Undip Terus Diusut, Keluarga Korban Tak Menyerah

Bentakan demi bentakan juga kerap dialami dr. Aulia, padahal keluarga membesarkan dirinya dengan lemah lembut dan kasih sayang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini