Ibu Mahasiswi PPDS Undip Desak Proses Hukum Atas Kematian Puterinya: Tolong Bantu Saya!

Nuzmatun Malina, ibu dari almarhumah AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menyerukan permohonan keadilan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 19 September 2024 | 08:50 WIB
Ibu Mahasiswi PPDS Undip Desak Proses Hukum Atas Kematian Puterinya: Tolong Bantu Saya!
Nuzmatun Malina, ibu almarhumah AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Undip Semarang. (ANTARA/I.C. Senjaya)

SuaraJawaTengah.id - Nuzmatun Malina, ibu dari almarhumah AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, menyerukan permohonan keadilan atas kematian puterinya.

Dalam keterangannya, Nuzmatun meminta lembaga pendidikan tempat puterinya menempuh pendidikan agar turut membantu dalam mencari keadilan atas kasus yang menimpa keluarganya.

"Tolong bantu saya mencari keadilan," ujarnya dikutip dari ANTARA di Semarang pada Rabu (18/9/2024).

AR, yang meninggal pada 12 Agustus 2024, diduga bunuh diri di tempat indekosnya, sebuah peristiwa yang diduga berkaitan dengan tindakan perundungan yang dialaminya selama menjalani pendidikan di PPDS Fakultas Kedokteran Undip.

Baca Juga:Benang Kusut Kasus Tewasnya Dokter Aulia, Perbudakan Atas Nama Pendidikan

Nuzmatun menambahkan bahwa setelah kematian tragis puterinya, suaminya juga meninggal dunia beberapa hari kemudian, memperparah duka yang dialami keluarganya.

"Anak saya hanya ingin bersekolah dan menuntut ilmu, tapi apa yang terjadi? Saya kehilangan anak saya, dan suami saya juga meninggal tidak lama setelahnya," ungkap Nuzmatun dengan nada pilu.

Nuzmatun juga mengungkapkan bahwa selama menempuh pendidikan, almarhumah sering menyampaikan keluhan terkait kondisi yang dihadapinya di PPDS.

Keluhan tersebut bahkan telah disampaikan kepada Kaprodi PPDS, namun tidak ada tanggapan atau langkah lebih lanjut dari pihak kampus.

Oleh karena itu, Nuzmatun kini menuntut adanya proses hukum yang transparan dan adil terkait dugaan perundungan yang dialami puterinya.

Baca Juga:Soal Mahasiswi PPDS Undip Meninggal: Rektor Ungkap Fakta Mengejutkan dan Ajak Hentikan Perdebatan

Polda Jawa Tengah telah memulai proses penyelidikan kasus ini, dengan telah memeriksa 34 orang saksi, termasuk teman seangkatan AR dan ketua angkatan di PPDS Anestesi Undip Semarang. Laporan resmi dari keluarga korban tentang dugaan perundungan dilayangkan pada 4 September 2024.

Kasus ini mendapat perhatian publik, terutama terkait dengan lingkungan pendidikan di program spesialis tersebut. Hingga kini, keluarga masih menanti keadilan dan berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kematian AR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak