Kisah Pilu dari Ngaran Krajan: Kampung Juru Kunci Candi Borobudur yang Digusur dan Dilupakan

Warga Ngaran Krajan mengenang kemajuan dusunnya sebelum digusur pasca pemugaran Borobudur. Dahulu, mereka adalah penjaga spiritual candi, kini memandang dari kejauhan.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 11 Juni 2025 | 08:51 WIB
Kisah Pilu dari Ngaran Krajan: Kampung Juru Kunci Candi Borobudur yang Digusur dan Dilupakan
Lanskap Dusun Ngaran Krajan, Magelang di Kaki Candi. [Suara.com/Angga Haksoro]

Raffles dalam bukunya History of Java, sekilas menulis soal Candi Borobudur:

“Penampakan secara keseluruhan merupakan bangunan yang kokoh, dan tingginya 100 kaki, puncak menara sekitar 20 kaki, namun telah runtuh. Hampir semua interior merupakan bukit itu sendiri.”

Wali Pelindung di Makam Njaten

Muh Barodi saat menunjukan sejarah Dusun Ngaran Krajan, Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro]
Muh Barodi saat menunjukan sejarah Dusun Ngaran Krajan, Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro]

Barodi berteori, batuan Candi Borobudur sengaja dilepas oleh warga sekitar agar tidak dikenali para pejajah sebagai bangunan bersejarah. Mereka khawatir penjajah akan menjarah arca dan relief kuno candi. 

Baca Juga:Teror Mencekam KKN di Magelang: Sampai Trauma Seumur Hidup!

Bangunan sebesar itu kemudian dibiarkan ditumbuhi semak belukar agar tersamarkan. Candi Borobudur tampak seolah seperti bangunan hancur dan telantar.

Kebanyakan warga hingga tahun 1970-an masih sering menyebut Candi Borobudur dengan istilah “mpereng”. Sisa kebiasaan penyebutan masa lampau yang bertujuan menghindari ekspos terhadap Candi.    

“Kabar masuknya Portugis ke Nusantara, disusul surat imbauan kepada negara persemakmuran Majapahit untuk mengamankan asetnya. Batuan candi yang menjulang supaya lebih aman disamarkan. Dicopot,” ujar Barodi.

Struktur batu candi yang disebut runtuh, kata Barodi sesungguhnya hanya dibiarkan terserak tidak jauh dari tempatnya semula. Pemugaran pertama Candi Borobudur, tahun 1907-1911, termasuk menyusun kembali bagian Arupadathu yang terdiri atas stupa induk dan 72 stupa di tiga lantai teras.

Bukti lain yang menegaskan bahwa warga Ngaran Krajan—secara turun temurun—menjadi penjaga Candi Borobudur adalah keberadaan makam tua di bukit Njaten.

Baca Juga:Polemik Tolak Rencana Kremasi Murdaya Poo di Borobudur

Di bukit sebelah Tenggara Candi itu, dulu terdapat makam keluarga trah Panembahan Senopati Mataram yang dikenal dengan sebutan Kiai Mbuduran atau Kiai Mpereng. Pinisepuh warga Dusun Krajan ini diperkirakan wafat tahun 1700-an.   

Di luar kompleks makam warga, terdapat kubur seorang antropolog Belanda kelahiran Rembang, Gustavus Fredericus Lapre. Sekitar tahun 1882, Lapre wafat di Borobudur dan dimakamkan di bukit Njaten.

Pada masanya, sosok hantu Lapre pernah ditakuti anak-anak warga Dusun Ngaran Krajan dan Kenayan. Mitos hantu orang Belanda berjanggut panjang seperti sarang laba-laba ini berhasil menjaga kelestarian Candi Borobudur dari tangan jahil anak-anak.

Menghapus Peradaban

Setelah pemugaran Candi Borobudur selesai tahun 1983, sekitar 327 warga Dusun Ngaran Krajan dan Kenayan digusur. Sebagian pindah ke daerah kapling Kenalan, sebagian lagi bergeser ke arah Timur Candi.

Makam-makam di bukit Njaten kemudian dibongkar yang sebagian dipindah ke Dusun Gendingan. Beberapa orang menyebut, inilah momen awal terputusnya rantai sejarah kearifan dan keharmonisan cagar budaya Candi Borobudur dengan masyarakat sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak