7 Fakta Mistis Asal Usul Babi Ngepet, Pesugihan yang Menyeramkan!

Pesugihan babi ngepet, mitos kaya mendadak dengan berubah jadi babi, berawal dari Gunung Kawi. Ritualnya ngeri, melibatkan tumbal dan penjaga lilin

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 23 Juli 2025 | 10:46 WIB
7 Fakta Mistis Asal Usul Babi Ngepet, Pesugihan yang Menyeramkan!
Ilustrasi babi ngepet. [ChatGPT]

SuaraJawaTengah.id - Pesugihan babi ngepet adalah salah satu legenda urban paling terkenal di Indonesia. Cerita tentang orang yang bisa mendadak kaya setelah menjelma jadi babi demi mencuri uang orang lain ini sudah lama berkembang dan terus hidup hingga sekarang.

Dikutip dari YouTube Daftar Populer, berikut ini 7 fakta menarik tentang asal usul pesugihan babi ngepet yang perlu Anda tahu:

1. Bermula dari Mitos Gunung Kawi

Asal muasal pesugihan babi ngepet dipercaya bermula dari kawasan Gunung Kawi di Jawa Timur. Tempat ini sudah lama dikenal sebagai pusat praktik pesugihan dan spiritualisme yang melibatkan interaksi dengan makhluk-makhluk gaib.

Baca Juga:4 Arti Kedutan Kelopak Mata Kanan Atas Menurut Islam dan Primbon Jawa

Konon, seseorang yang ingin mendapatkan kekayaan secara instan bisa melakukan perjanjian gaib dengan siluman babi di sana. Perjanjian itu tidak hanya menuntut keberanian, tetapi juga pengorbanan besar demi mendapatkan "kekuatan" untuk berubah wujud dan menjalankan misi gaibnya di malam hari.

2. Ritualnya Ngeri: Tumbal dan Kotoran Siluman

Proses menjadi babi ngepet tidaklah mudah. Pelaku pesugihan biasanya harus menyerahkan tumbal seringkali anak yang paling disayang. Setelah itu, ia harus memakan kotoran dari siluman babi sebagai bagian dari ritual pemanggilan kekuatan gaib.

Siluman babi ini kemudian akan memberikan kain hitam gaib yang memungkinkan si pelaku berubah wujud menjadi babi setiap malam demi menjalankan aksinya.

3. Modus: Menggesek Tubuh di Dinding Rumah

Baca Juga:7 Khasiat Mistis dan Manfaat Bunga Anggrek yang Jarang Diketahui

Setelah berubah jadi babi, cara mencuri uangnya pun tak kalah mistis. Cukup dengan menggesek-gesekkan tubuh ke dinding rumah korban, uang dan barang-barang berharga bisa berpindah secara gaib ke pelaku. Aksi ini hanya bisa dilakukan malam hari dan dalam waktu singkat sebelum tertangkap warga.

4. Ada Penjaga Lilin di Rumah

Pesugihan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada ‘penjaga lilin’ di rumah—biasanya pasangan dari si pelaku. Tugasnya adalah mengawasi api lilin yang menyala. Jika api lilin bergoyang atau air dalam baskom beriak, itu pertanda sang babi dalam bahaya dan lilin harus segera dipadamkan agar pelaku bisa kembali ke wujud manusia.

5. Sering Muncul Saat Krisis Ekonomi

Fenomena pesugihan babi ngepet biasanya muncul ketika masyarakat sedang mengalami krisis ekonomi, ketimpangan sosial, atau keresahan kolektif. Ini menjadikannya sebagai bentuk pelarian atau “pegangan mistis” untuk harapan kaya mendadak, atau sebaliknya, jadi sosok yang disalahkan atas hilangnya barang tanpa sebab.

6. Kisahnya Terus Hidup Lewat Film dan Cerita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak