Banjir Kaligawe Bikin Semarang Macet Total, Ekor Antrean Kendaraan Mengular Panjang

Banjir parah di Jalan Kaligawe, jalur Pantura Semarang, menyebabkan kelumpuhan lalu lintas. Kemacetan total mengular dari Pelabuhan Tanjung Emas hingga Kalibanteng

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:27 WIB
Banjir Kaligawe Bikin Semarang Macet Total, Ekor Antrean Kendaraan Mengular Panjang
Antrean kendaraan yang terjebak kemacetan akibat banjir di Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Kamis (23/10/2025). (ANTARA/I.C. Senjaya)
Baca 10 detik
  • Banjir di Jalan Kaligawe memicu kemacetan horor di jalur arteri Yos Sudarso, Semarang, Kamis pagi.
  • Antrean kendaraan lumpuh total, mengular panjang dari arah Pelabuhan Tanjung Emas hingga Kalibanteng.
  • Banyak truk mogok di tengah banjir, para sopir pasrah mematikan mesin dan menunggu di luar kabin.

SuaraJawaTengah.id - Kelumpuhan total melanda salah satu urat nadi utama Kota Semarang pada Kamis (23/10/2025) pagi.

Banjir yang tak kunjung surut di Jalan Raya Kaligawe, jalur vital Pantura, menjadi biang kerok kemacetan horor yang ekornya mengular hingga berkilo-kilometer di jalur arteri Yos Sudarso.

Pemandangan lalu lintas yang beku terlihat sejak fajar. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, yang didominasi oleh truk-truk besar, sama sekali tidak bergerak.

Kemacetan parah ini membentang dari arah barat ke timur, dimulai dari persimpangan Kalibanteng, melewati pusat kota, hingga menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan pintu masuk Jalan Kaligawe.

Baca Juga:Jalur Pantura Semarang-Demak Lumpuh, Banjir 70 Cm Paksa Pekerja Numpang Truk Demi Cari Nafkah

Situasi ini memaksa para pengemudi angkutan berat untuk pasrah. Sejumlah sopir truk memilih untuk mematikan mesin kendaraan mereka dan keluar dari kabin.

Mereka tampak berbincang dengan sesama pengemudi atau sekadar berdiri di samping truk, menunggu dengan cemas tanpa ada kepastian kapan kemacetan yang terjadi sejak dini hari itu akan terurai.

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, membenarkan bahwa sumber utama dari kekacauan lalu lintas ini adalah genangan air di Jalan Kaligawe yang masih sangat signifikan.

Menurutnya, banyak kendaraan besar yang terjebak dan mengalami mati mesin saat mencoba menerobos banjir.

"Banyak truk yang mogok karena terjebak banjir," kata Kompol Rismanto saat dikonfirmasi.

Baca Juga:Dosa Secangkir Ciu di Semarang: Soleh Seret Kawan ke Pusaran Petaka, Terancam 12 Tahun Bui

Ia menambahkan bahwa kondisi di titik banjir masih sangat parah dan berbahaya untuk dilalui. "Banjir masih menggenangi Jalan Kaligawe dengan ketinggian antara 30 hingga 70 cm," jelasnya.

Dampak dari banjir ini tidak hanya dirasakan oleh pengemudi truk. Di lokasi genangan, puluhan pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraannya yang mogok.

Pemandangan para pekerja yang nekat menumpang truk bak terbuka untuk melintasi banjir demi sampai ke tempat kerja juga menjadi potret perjuangan di tengah bencana.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan imbas dari hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi selama dua hari terakhir, mengakibatkan sistem drainase kota tidak mampu menampung debit air yang melimpah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak