- Sepuluh jurusan paling dicari BUMN mencakup teknik, manajemen, akuntansi, hukum, hingga komunikasi.
- Jurusan teknik sipil, mesin, elektro, dan industri unggul karena mendukung proyek dan operasional BUMN.
- Manajemen, akuntansi, psikologi, hukum, IT, dan komunikasi dibutuhkan untuk tata kelola dan publikasi.
SuaraJawaTengah.id - Bekerja di BUMN masih menjadi impian banyak orang. Stabil, terstruktur, dan punya peluang karier yang luas. Namun pertanyaan besarnya selalu sama.
Jurusan apa saja yang paling dicari. Tidak semua formasi BUMN sama karena setiap perusahaan punya bidang kerja berbeda. Meski begitu, ada beberapa jurusan yang hampir selalu muncul di berbagai lowongan.
Jurusan jurusan ini bersifat general dan dibutuhkan oleh hampir semua BUMN, baik di induk usaha maupun anak perusahaannya.
Berikut rangkuman sepuluh jurusan yang paling sering dicari BUMN dan penjelasan mengapa lulusan jurusan ini punya peluang besar untuk masuk ke perusahaan pelat merah sebagaimana dikutip dari YouTube.
Baca Juga:Gaji Tembus Rp3,4 Juta! Intip Upah Tertinggi & Terendah di Jateng, Plus Tips Melamar Kerja Pakai AI
1. Teknik Sipil
Teknik sipil adalah jurusan yang hampir tidak pernah absen dalam rekrutmen BUMN. Alasannya sederhana. Setiap perusahaan punya fasilitas dan bangunan untuk dikelola.
Belum lagi pekerjaan konstruksi yang selalu terkait dengan proyek pembangunan. Lulusan teknik sipil juga banyak yang berkarier sebagai project manager karena fondasi ilmunya sangat dekat dengan manajemen proyek.
Tidak heran teknik sipil sering dianggap sebagai jurusan yang selalu punya tempat di BUMN Group.
2. Manajemen dan Administrasi Bisnis
Baca Juga:Serbu! Pemprov Jateng Buka Ratusan Lowongan Kerja, Lulusan SMA/SMK Jadi Incaran Utama
Dua jurusan ini berada dalam rumpun yang sama. Di dunia kerja, keduanya diperlakukan setara. BUMN adalah perusahaan yang menjalankan fungsi bisnis sehari hari.
Ada keuangan, SDM, pemasaran, operasional, hingga strategi. Semua fungsi itu membutuhkan orang manajemen. Lulusan jurusan ini dapat mengisi banyak posisi generalis dan karena sifat pekerjaannya luas, peluangnya hampir selalu ada.
3. Teknik Mesin
BUMN yang bergerak dalam operasional pabrik, industri berat, perkapalan, pesawat, hingga kontraktor sangat membutuhkan lulusan teknik mesin.
Lingkup kerjanya luas. Mereka bisa bekerja dalam perawatan fasilitas, perencanaan pabrik, pembangunan fasilitas, hingga manajemen produksi.
Bahkan lulusan teknik mesin juga bisa pindah ke dunia teknologi meskipun peluangnya tidak sebesar teknik elektro.
Karena fleksibilitas ini, teknik mesin menjadi salah satu jurusan teknik yang paling sering dicari.
4. Akuntansi
BUMN wajib menerapkan prinsip tata kelola yang baik dan transparan. Mereka harus menyiapkan laporan keuangan berkala, audit internal, hingga pelaporan ke publik.
Semua itu tidak mungkin berjalan tanpa ahli akuntansi. Lulusan akuntansi memegang peran sentral dalam pelaporan, penyusunan laporan tahunan, penjagaan proses bisnis, hingga memastikan kepatuhan terhadap peraturan. Hampir semua BUMN membutuhkan mereka.
5. Teknik Elektro
Teknik elektro adalah jurusan teknik yang bersinggungan langsung dengan perangkat listrik, teknologi, dan sistem industri. Di industri pabrikasi, teknisi elektro memegang tanggung jawab besar dalam kelistrikan dan fungsi alat. Di sisi lain, elektro juga menjadi fondasi bagi teknologi informasi. Karena kombinasi ini, banyak BUMN membutuhkan lulusan elektro, baik untuk proyek konstruksi, pemeliharaan fasilitas, maupun pengembangan sistem teknologi.
6. Psikologi
Meskipun tidak sebanyak jurusan manajemen atau teknik, psikologi tetap menjadi jurusan yang dibutuhkan. Alasannya ada pada fungsi human capital.
Pengelolaan manusia, rekrutmen, konseling, hingga pengembangan karier membutuhkan pemahaman mendalam tentang perilaku manusia.
Lulusan psikologi cocok mengisi posisi SDM, pengembangan organisasi, serta fungsi engagement karyawan. Di perusahaan besar, kebutuhan ini semakin tinggi.
7. Teknik Industri
Teknik industri sering dianggap sebagai jurusan teknik yang paling fleksibel. Secara kurikulum, jurusan ini belajar mengelola proses industri dari hulu ke hilir.
Namun di BUMN, kemampuan yang paling dibutuhkan biasanya ada pada aspek optimasi proses dan kemampuan analitik.
Lulusan teknik industri banyak ditempatkan di fungsi operasional, perencanaan, quality management, hingga supply chain. Jurusan ini punya kombinasi ilmu teknik dan manajemen yang sangat dibutuhkan oleh banyak BUMN.
8. Hukum
Sebagai perusahaan milik negara, BUMN harus patuh pada banyak regulasi. Setiap kontrak, kerja sama, proyek, dan kebijakan harus sesuai dengan hukum yang berlaku.
Lulusan hukum dapat masuk ke divisi legal, administrasi kontrak, atau compliance. Mereka tidak harus menjadi advokat atau memiliki lisensi khusus karena fungsi litigasi biasanya dipegang oleh lawyer eksternal.
Meski formasinya tidak sebanyak jurusan lain, jurusan hukum selalu ada hampir di seluruh BUMN.
9. Rumpun Ilmu Komputer
Jurusan seperti informatika, teknik komputer, sistem informasi, dan teknologi informasi punya peluang besar di BUMN.
Semua perusahaan kini menggunakan teknologi untuk menjalankan fungsi bisnisnya. Ada manajemen perangkat, pengembangan sistem, keamanan data, hingga digitalisasi layanan.
Meski banyak pekerjaan teknis di-outsource ke vendor, lulusan IT tetap dibutuhkan sebagai pengelola, pengawas proyek, dan penghubung antara perusahaan dan pihak pelaksana.
10. Ilmu Komunikasi
Jurusan komunikasi sering dianggap jarang, namun sebenarnya hampir selalu ada di setiap BUMN. Posisi mereka biasanya berada di divisi humas, corporate secretary, compliance, atau hubungan masyarakat.
Tugasnya adalah membangun citra perusahaan terhadap publik, mengelola komunikasi internal, dan menangani penyampaian informasi resmi. Karena BUMN adalah perusahaan publik, kemampuan mengelola reputasi menjadi sangat penting.
Sepuluh jurusan di atas tidak mewakili semua peluang yang ada di BUMN, tetapi jurusan jurusan ini adalah yang paling sering dibutuhkan berdasarkan pengalaman dan banyaknya formasi yang muncul dari tahun ke tahun.
Jika kamu sedang menentukan jurusan kuliah atau menimbang jalur karier, memahami kebutuhan perusahaan pelat merah bisa menjadi langkah awal yang lebih terarah.
Kontributor : Dinar Oktarini