Festival SenengMinton Semarang 2025, Menyemai Rasa Cinta Bulutangkis di Kota Atlas Sejak Usia Dini

Djarum Foundation & PBSI Jateng gelar "SenengMinton" di Semarang (20/11). 510 siswa SD ikut fun games bulutangkis untuk tumbuhkan minat & deteksi bibit atlet dini.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 November 2025 | 19:41 WIB
Festival SenengMinton Semarang 2025, Menyemai Rasa Cinta Bulutangkis di Kota Atlas Sejak Usia Dini
Pada tantangan Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Festival SenengMinton Semarang 2025 diadakan oleh Djarum Foundation dan PBSI Jateng pada 20 November 2025 di Undip.
  • Acara ini diikuti 510 siswa SD dari 17 sekolah dengan format *fun games* untuk menumbuhkan minat bulutangkis.
  • Tujuan utama kegiatan ini adalah mendeteksi dan membina bibit atlet muda secara terstruktur dari tingkat akar rumput.

SuaraJawaTengah.id - Mencari atlet berbakat dari usia dini cabang olahraga Bulutangkis terus dilakukan. Hal tersebut demi gelar juara di masa depan.  

Kali ini Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Kamis (20/11/2025).

Sebanyak 510 siswa kelas 1 hingga 3 sekolah dasar dari 17 SD di Semarang ambil bagian dalam perlombaan berformat fun games tersebut.

Selain Semarang, Festival SenengMinton juga telah diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kudus (23-24 Juni) Solo (23 September) dan Purwokerto (8 November).

Baca Juga:Transformasi Digital Sekolah Semarang: BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Non-Tunai Pendidikan

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan Festival SenengMinton bertujuan untuk menyemai rasa cinta terhadap olahraga bulutangkis dengan cara yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati permainan sambil belajar.

Menggunakan format fun games yang inklusif, Yoppy berharap perlombaan ini menjadi titik awal proses pembinaan hingga terlahir regenerasi pebulutangkis handal untuk masa depan Indonesia.

"Dalam Festival SenengMinton ini kami ingin mengobarkan semangat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulutangkis dari level usia dini, dengan harapan proses pembibitan dapat dimulai dengan cara yang terstruktur dan masif. Kami yakin membentuk atlet yang tangguh dan handal dimulai dari rasa senang terhadap jenis olahraganya. Melalui festival ini, kami ingin kenalkan dan membawa perlombaan yang dapat memicu motivasi siswa untuk menggeluti dunia bulutangkis," kata Yoppy.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menuturkan Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini.

Menurutnya, perlombaan ini juga menjadi sarana edukatif yang dirancang agar para siswa lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis.

Baca Juga:Waspada! BMKG Prediksi Semarang Hujan Ringan, Kota Lain di Jawa Ada Potensi Hujan Petir

"Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis, sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada siswa sekolah dasar. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat bermain bulutangkis baik di kalangan anak-anak maupun orang tua mereka. Melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan di tingkat kabupaten dan kota, kami yakin proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat," ungkap Basri.

Terpilihnya Kota Semarang bukan tanpa alasan. Untuk itu, Basri berharap melalui gelaran Festival SenengMinton ini, calon pebulutangkis dapat teridentifikasi secara cepat sehingga para siswa dapat menjadi bagian dalam proses regenerasi atlet bulutangkis yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu lumbung atlet-atlet berbakat. Melihat peta pembinaan, selama ini regenerasi berjalan di klub saja. Melalui ajang ini, kami ingin menyentuh level akar rumput dengan mendorong sekolah dan guru untuk menggalakkan ekstrakurikuler bulutangkis. Dari Festival SenengMinton akan berkelanjutan dengan kejuaraan di tingkat SD, SMP hingga SMA sehingga harapan kami, atlet yang jago dari sekolah-sekolah bisa diarahkan masuk ke klub,” terang Basri.

Festival SenengMinton Semarang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat.

Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run.

Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini