- Akun @lambe\_turah memviralkan aksi warga Kudus berunjuk rasa membawa rentengan celana dalam di Pendopo.
- Protes warga tersebut dipicu oleh adanya dugaan penampilan tarian erotis dalam rangkaian acara KONI Award 2025.
- Viralitas isu ini memperuncing perdebatan publik mengenai etika, kesopanan, dan norma lokal dalam acara formal.
4. Viralitas dan Dampak Media Sosial
![Protes Celana Dalam di Kudus. [Instagram/lambe_turah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/05/34330-kudus.jpg)
Postingan @lambe_turah yang telah disukai oleh 10.5 ribu pengguna dan mendapat 859 komentar (per tangkapan layar) menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar dan menjadi viral di media sosial.
Akun ini memiliki peran signifikan dalam mengangkat isu-isu lokal ke kancah nasional, memicu diskusi publik, dan memberikan tekanan kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atau mengambil tindakan.
5. Memperuncing Debat Etika dan Norma Lokal
Baca Juga:Duel PSIS vs Persiku Siap Digelar dengan Penonton di Jatidiri! Begini Persiapannya
Kasus ini, yang kini menjadi konsumsi publik melalui @lambe_turah, tidak hanya menjadi sorotan lokal tetapi juga memicu perdebatan yang lebih luas mengenai batasan etika, norma lokal, dan kebebasan berekspresi dalam konteks acara publik.
Pertanyaan tentang apakah sebuah cabang olahraga harus menyesuaikan diri dengan kearifan lokal atau apakah masyarakat harus lebih terbuka terhadap bentuk-bentuk seni baru menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan.