Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati

Demonstran Iran, Erfan Soltani (26), divonis mati cepat di tengah protes & sensor. Kasus ini soroti kerasnya tindakan Iran & hukuman mati sebagai alat tekan.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:12 WIB
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
Erfan Soltani adalah penduduk Fardis, Karaj, Iran yang divonis mati akibat melakukan aksi demo. [BBC Indonesia]
Baca 10 detik
  • Erfan Soltani (26 tahun) divonis hukuman mati sangat cepat di Fardis setelah penangkapan terkait demonstrasi Iran.
  • Otoritas Iran minim informasi, bahkan menghalangi akses hukum bagi saudara Soltani yang berprofesi pengacara.
  • Pemadaman internet mempersulit verifikasi nasib demonstran lain di tengah kekhawatiran hukuman mati sebagai alat penekan.

5. Kekhawatiran Internasional dan Reaksi AS

Kasus Soltani dan tindakan keras Iran memicu kekhawatiran internasional. Departemen Luar Negeri AS menyatakan di akun X, "Erfan adalah demonstran pertama yang dijatuhi hukuman mati, tetapi dia bukan yang terakhir."

Mantan Presiden Donald Trump sebelumnya juga telah menyerukan "tindakan yang sangat tegas" terhadap Iran jika mengeksekusi para demonstran.

6. Skala Penangkapan dan Korban Protes

Baca Juga:Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan bahwa sejauh ini mereka telah mengkonfirmasi kematian 2.417 demonstran, 12 anak-anak, serta 10 warga sipil yang tidak terlibat.

Selain itu, "setidaknya 18.434 demonstran telah ditangkap selama kerusuhan," menurut HRANA. Angka-angka ini menunjukkan skala tindakan keras yang masif.

7. Hukuman Mati sebagai Alat Penekan

"Penanganan kasus ini yang terburu-buru dan tidak transparan telah meningkatkan kekhawatiran atas penggunaan hukuman mati sebagai alat untuk menekan protes publik," kata Hengaw.

Kepala mahkamah tertinggi Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, telah berjanji akan mengambil tindakan hukum yang cepat terhadap apa yang disebutnya sebagai "perusuh", dengan prioritas pada mereka yang "melakukan tindakan terorisme".

Baca Juga:Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran

8. Protes "Perempuan, Kehidupan, Kebebasan" dan Eksekusi Sebelumnya

Protes saat ini, yang dipicu oleh kemarahan atas anjloknya mata uang dan melonjaknya biaya hidup, dengan cepat meluas menjadi tuntutan perubahan politik.

Ini bukan kali pertama Iran menghadapi protes besar dan menjatuhkan hukuman mati. Setidaknya 12 pria telah dieksekusi di Iran selama tiga tahun terakhir terkait dengan protes "Perempuan, Kehidupan, Kebebasan" pada 2022, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini