Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147-148 Kurikulum Merdeka

Kunci jawaban latihan puisi B. Indo Kl. 8. Membedakan puisi diafan (langsung) dan prismatis (simbolis/kompleks) untuk melatih pemahaman siswa.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 02 Februari 2026 | 08:16 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147-148 Kurikulum Merdeka
Ilustrasi kunci jawaban bahasa Indonesia. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Kunci jawaban latihan soal Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147-148 mengklasifikasikan puisi menjadi diafan dan prismatis.
  • Puisi diafan mengungkapkan pesan secara langsung, sederhana, dan mudah dipahami maknanya oleh siswa.
  • Puisi prismatis mengandung lapisan makna mendalam menggunakan metafora dan simbolisme yang memerlukan analisis lebih lanjut.

Puisi ini menggunakan metafora yang kuat, seperti "tubuhnya seperti daun yang dimakan ulat" dan "kopong oleh waktu", untuk menggambarkan perubahan fisik seseorang. Penggunaan gaya bahasa ini menunjukkan puisi ini sebagai puisi prismatis.

Ketika dia tersenyum
Aku bisa melihat warna-warni dunia, segala
Irama, juga tawa
Berhamburan di sekitarnya

(Puisi Prismatis)

Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi ini, seperti "warna-warni dunia" dan "irama, juga tawa", memberikan kesan visual yang kuat, dengan banyak lapisan makna yang bisa diinterpretasikan. Oleh karena itu, ini adalah puisi prismatis.

Baca Juga:Rumus Persegi dan Persegi Panjang Terlengkap dengan Soal

Sebelum tidur aku berdoa
Semoga dalam mimpi
Kita bisa bersua

(Puisi Diafan)

Puisi ini sangat sederhana dan langsung, menggambarkan doa sebelum tidur yang penuh harapan. Dengan penyampaian yang lugas dan tidak berbelit-belit, ini adalah puisi diafan.

Hidupku berjalan seperti siput
Aku ingin berlari
Tapi yang kumampu hanya merangkak

(Puisi Prismatis)

Baca Juga:Rumus Lingkaran: Keliling, Luas, Jari-Jari, Diameter, dan Contoh Soal

Metafora yang digunakan dalam puisi ini, seperti "hidupku berjalan seperti siput", menggambarkan perasaan frustrasi dengan cara yang mendalam. Puisi ini menyampaikan perasaan dengan gaya bahasa simbolis yang menunjukkan ini adalah puisi prismatis.

Aku memiliki kelinci,
Hadiah ulang tahun dari ayahku
Kupasang pita di lehernya
Sebagai tanda ia milikku

(Puisi Diafan)

Puisi ini menggambarkan sebuah kisah sederhana tentang memiliki kelinci dan memberikan pita di lehernya sebagai tanda kepemilikan. Penggunaan bahasa yang langsung dan mudah dipahami menunjukkan ini adalah puisi diafan.

Kau bertanya tentang hidupku,
Tahukah kau,
Hidupku seburam kaca jendela mobilmu pada
Suatu malam berhujan, dan tak ada apa pun
Yang bisa kau lihat dari baliknya, selain kerlap
Suram cahaya lampu toko

(Puisi Prismatis)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak