- Hujan deras Selasa sore, 3 Maret 2026, memicu banjir lahar di sungai sekitar Merapi, menewaskan tiga penambang.
- BPPTKG telah mengirim peringatan dini tentang potensi bahaya lahar kepada masyarakat sekitar aliran sungai.
- Banjir lahar menyeret belasan truk penambang, sementara tim gabungan fokus mencari dua korban hilang.
Masyarakat Diminta Waspada Saat Hujan di Puncak Merapi
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di kawasan puncak gunung.
Para penambang pasir dan warga sekitar juga diminta tidak melakukan aktivitas di dalam alur sungai ketika hujan deras sedang terjadi. Aktivitas di area tersebut sangat berisiko karena aliran lahar dapat datang secara tiba-tiba membawa material batu, pasir, dan lumpur dalam volume besar.
Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan sosialisasi mengenai potensi bahaya banjir lahar kepada masyarakat. Selain itu, pemantauan kondisi sungai yang berhulu di Merapi juga perlu dilakukan secara berkala, terutama saat musim hujan.
Baca Juga:Update Aktivitas Gunung Merapi, Luncurkan Guguran Lava Sampai 143 Kali dalam Sepekan Terakhir
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi melalui BPPTKG serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna menghindari risiko yang lebih besar ketika aktivitas vulkanik Merapi dipicu oleh hujan lebat.
Kontributor : Dinar Oktarini