- BMKG memprediksi Jawa Tengah selatan, termasuk Cilacap, mengalami hujan sedang hingga lebat mulai 26 hingga 28 Maret 2026.
- Peningkatan pertumbuhan awan dipicu dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle di perairan barat Australia.
- Masyarakat diimbau waspada bencana hidrometeorologi dan jalan licin, terutama bagi para pemudik yang melintas.
Hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"Demikian pula dengan para pemudik khususnya yang bersepeda motor, kami imbau untuk berhati-hati saat melintas di jalur selatan Jateng karena hujan dapat mengakibatkan jalan menjadi licin serta bisa memicu terjadinya genangan," pesannya.
Peringatan khusus bagi pemudik ini sangat relevan mengingat jalur selatan Jawa Tengah seringkali menjadi rute padat, dan kondisi jalan yang licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG, menyiapkan payung atau jas hujan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan. Kewaspadaan dan persiapan dini adalah kunci untuk meminimalisir dampak negatif dari potensi cuaca ekstrem ini.
Baca Juga:Tragis! Kecelakaan Maut di Tol Pejagan Tegal Renggut Empat Nyawa, Diduga Sopir Minibus Mengantuk