- Jawa Tengah menjadi pusat utama arus mudik Lebaran 1447 H, dengan 1,37 juta kendaraan masuk hingga Jumat (20/3/2026).
- Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jateng terpantau aman terkendali selama malam takbiran.
- Sebanyak 11.800 personel gabungan dikerahkan untuk mitigasi lalu lintas dan menjamin ketersediaan bahan pokok penting.
SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah (Jateng) kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum atau pusat tujuan para perantau saat mudik Lebaran. Pada periode arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, tercatat lonjakan signifikan jumlah kendaraan yang memasuki wilayah yang kini dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi ini.
Data terbaru menunjukkan angka yang fantastis. Setidaknya 1,37 juta kendaraan telah membanjiri berbagai ruas jalan di Jawa Tengah hingga Jumat (20/3/2026) malam. Angka ini menjadi cerminan betapa masifnya pergerakan manusia menuju provinsi ini, sekaligus menunjukkan adanya peningkatan yang cukup drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Seperti diketahui, sentralnya mudik ya di Jawa Tengah. Dari data itu menunjukkan adanya peningkatan dari tahun lalu," ujar Ahmad Luthfi di sela-sela pantauan malam takbiran di Pos Terpadu Pelayanan Simpang Lima, Semarang.
Data dari posko pantauan arus mudik memperlihatkan kontras yang tajam antara kendaraan yang masuk dan yang keluar dari Jateng. Sementara 1.370.000 unit kendaraan tercatat memasuki wilayah tersebut, hanya sekitar 750 ribu unit yang bergerak ke arah sebaliknya. Hal ini mengindikasikan bahwa jutaan perantau telah tiba di kampung halaman mereka yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Baca Juga:KRI Banda Aceh Angkut 707 Pemudik dan Motor dari Jakarta ke Semarang
Fenomena ini menjadi bukti sahih bahwa Jawa Tengah masih menjadi magnet utama bagi para pemudik, menjadikannya provinsi dengan tujuan pemudik terbanyak secara nasional. Peningkatan jumlah pemudik ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi oleh pemerintah daerah dan seluruh aparat keamanan.
Kondusivitas Tetap Terjaga
Meskipun diserbu jutaan pemudik, Gubernur Luthfi memastikan situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya tetap aman dan terkendali. Hal ini disampaikannya saat melakukan pantauan langsung bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Sekda Jateng Sumarno, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Laporan mengenai kondisi keamanan yang kondusif ini juga disampaikan langsung kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui konferensi video dari lokasi pantauan.
"Kami laporkan Pak Kapolri, saat ini kami hadir di Simpang Lima. Simpang Lima tidak terlalu ramai, kegiatan takbir (keliling) boleh dilakukan asal koordinasi dengan aparat," lapor Luthfi.
Baca Juga:Semarang Diserbu 28 Ribu Pemudik Kereta Api, Puncak Arus Mudik di Depan Mata
Senada dengan Gubernur, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menambahkan bahwa setidaknya 55 lokasi yang menjadi pusat perayaan malam takbiran di seluruh Jateng terpantau berjalan dengan aman dan tertib, sekalipun di beberapa wilayah seperti Kota Semarang sempat diguyur hujan rintik.
"Pantauan malam takbiran cukup aman dan tertib, meskipun hujan rintik-rintik (di Kota Semarang)," kata Kapolda.
Mitigasi dan Kesiapan Aparat Gabungan
Mengantisipasi gelombang besar pemudik ini, Pemerintah Provinsi Jateng bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah mitigasi. Rapat koordinasi lintas sektoral telah digelar jauh-jauh hari untuk mempersiapkan segala kemungkinan, mulai dari rekayasa lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan dan rambu, hingga pengamanan objek wisata serta antisipasi kebencanaan.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran, sebanyak 11.800 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya, termasuk organisasi kemasyarakatan, telah dikerahkan ke berbagai titik strategis.
Gubernur juga memberikan jaminan terkait ketersediaan bahan pokok penting di pasaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu gejolak harga menjelang hari raya.