Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG

Hasil panennya biasa ia jual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut.

Suhardiman
Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB
Kisah Petani Sayuran di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG
Yusron Soleh (30), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden. [Ist]
Baca 10 detik
  • Petani muda bernama Yusron Soleh di Selo, Boyolali, merasakan peningkatan pendapatan signifikan dari hasil panen sayurannya.
  • Program MBG gagasan Prabowo Subianto telah meningkatkan permintaan pasar serta harga jual komoditas sayuran secara langsung.
  • Dampak positif program tersebut membantu stabilitas ekonomi keluarga Yusron serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali, kehidupan petani perlahan berubah. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Yusron Soleh (30), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden.

Sejak kecil, Yusron telah akrab dengan dunia pertanian, mengikuti jejak keluarganya yang lebih dulu menggantungkan hidup dari tanah.

Setiap hari, Yusron mengelola lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Tomat menjadi komoditas utama, namun ia juga menanam brokoli, selada, sawi sendok, hingga pakcoy.

Hasil panennya biasa ia jual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Yusron merasakan perubahan signifikan. Program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto disebutnya membawa dampak langsung terhadap peningkatan penjualan hasil pertanian.

“Iya, berpengaruh. Untuk penjualannya sangat tinggi sekarang,” kata Yusron saat ditemui di lahan pertaniannya, ditulis, Sabtu, 4 April 2026.

Menurutnya, permintaan sayuran meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG. Ia kini lebih sering memasok pakcoy dan selada, yang permintaannya terus naik. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang lebih baik dibanding sebelumnya.

“Iya, harganya bagus. Ekonominya bisa naik,” katanya singkat.

Peningkatan tersebut bukan hanya dirasakan pada volume penjualan, tetapi juga pada stabilitas pendapatan. Yusron mengaku, hasil yang ia dapatkan kini lebih mampu memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

“Sekarang ada peningkatan. Bisa untuk mencukupi keluarga, dan nabung sedikit-sedikit,” ujarnya.

Sebagai ayah dari satu anak, Yusron melihat perubahan ini sebagai harapan baru bagi masa depan keluarganya. Ia pun berharap program tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

“Harapannya ke depan bisa berlanjut terus,” kata Yusron.

Raut wajahnya tampak sumringah saat menceritakan perubahan yang ia alami. Baginya, perhatian terhadap sektor pertanian adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani desa. Di akhir perbincangan, Yusron menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih Pak Prabowo. Semoga program ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas,” tuturnya.

Kisah Yusron menjadi gambaran kecil bagaimana kebijakan dapat langsung menyentuh kehidupan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak