- Staf BRI Kantor Cabang Blora memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dengan mengenakan pakaian adat tradisional.
- Kegiatan tersebut bertujuan merawat nilai nasionalisme sekaligus menghormati sejarah perjuangan kaum perempuan di tengah modernisasi perbankan.
- Manajemen berkomitmen memberikan kesempatan kerja setara bagi seluruh karyawan berdasarkan kapabilitas tanpa membedakan gender di lingkungan perusahaan.
SuaraJawaTengah.id - Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Blora tidak hanya berhenti pada semarak visual semata.
Di balik anggunnya kebaya dan gagahnya busana adat daerah yang dikenakan oleh seluruh staf dan karyawan, terdapat pesan kuat mengenai relevansi perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks industri perbankan modern saat ini.
Sejak pagi, atmosfer pelayanan di kantor cabang tersebut memang terasa berbeda. Para nasabah yang datang disambut dengan kehangatan budaya Nusantara melalui beragam pakaian tradisional yang dikenakan para pegawai.
Namun, bagi manajemen BRI Blora, momentum ini dimanfaatkan untuk menggali kembali nilai-nilai substansial yang diperjuangkan Kartini lebih dari satu abad silam, khususnya mengenai kesetaraan dan kesempatan.
Baca Juga:BRI Catat 39,7% Kenaikan, Buka Money Changer di Perbatasan Motaain Nusa Tenggara Timur
Branch Office Head BRI Blora, Ahmad Zakaria, menekankan bahwa mengenakan busana adat di tengah disrupsi teknologi dan modernisasi layanan keuangan memiliki makna ganda.
Selain sebagai upaya merawat nasionalisme dan menghormati kekayaan budaya lokal, hal ini juga menjadi pengingat visual akan akar sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia.
Ahmad Zakaria menyoroti bagaimana pemikiran-pemikiran Kartini, yang dahulu disuarakan melalui surat-suratnya untuk menggugat keterbatasan peran perempuan, kini telah bertransformasi menjadi prinsip-prinsip profesionalisme di dunia kerja.
Menurutnya, semangat tersebut tidak boleh padam, justru harus semakin relevan di era digital ini.
Dalam keterangannya terkait makna peringatan ini di lingkungan kerjanya, Ahmad Zakaria menegaskan komitmen perusahaan terhadap nilai-nilai yang diwariskan Kartini.
Baca Juga:Antisipasi Gempa, BRI Blora Gelar Simulasi dan Latih Karyawan Tanggap Darurat
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial ganti baju atau fashion show tahunan. Lebih dalam dari itu, di tengah modernisasi perbankan yang masif, kami ingin menegaskan bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan Ibu Kartini sangat relevan. Di BRI, kami memaknai ini dengan memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan, baik perempuan maupun laki-laki, untuk berkarya dan menempati posisi strategis berdasarkan kapabilitas mereka, bukan gender,” ujar Ahmad Zakaria.
Melalui pendekatan ini, BRI Blora berusaha menunjukkan bahwa identitas nasional dan nilai-nilai luhur sejarah dapat berjalan beriringan dengan tuntutan profesionalisme di sektor keuangan yang dinamis.
Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya bagi semua kalangan, sebagaimana dicita-citakan Kartini, masih terus berlanjut dalam bentuk yang lebih modern di lingkungan korporasi.