Jeritan Buruh Perempuan di Jateng: Beban Ganda, Rawan Dilecehkan hingga Butuh Daycare

Ribuan buruh di Semarang tuntut kesejahteraan, dengan buruh perempuan suarakan isu beban ganda, perlindungan kerja, upah layak, hingga perlindungan dari kekerasan seksual.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:07 WIB
Jeritan Buruh Perempuan di Jateng: Beban Ganda, Rawan Dilecehkan hingga Butuh Daycare
Aksi buruh saat memperingati mayday di Kota Semarang, Jumat (1/5/2026). [Suara.com/IFN]
Baca 10 detik
  • Ribuan buruh berunjuk rasa di depan Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Jumat, 1 Mei 2026.
  • Buruh perempuan menuntut pemenuhan hak dasar seperti ruang laktasi, fasilitas penitipan anak, serta perlindungan dari kekerasan seksual.
  • Aliansi buruh mendesak pemerintah menetapkan upah layak dan segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang berpihak kepada pekerja.

SuaraJawaTengah.id - Jalan Pahlawan, Kota Semarang, pada Jumat (1/5/2026) siang menjadi arena aspirasi buruh. Ribuan buruh dari berbagai organisasi tumpah ruah di depan Kompleks Gubernur Jawa Tengah (Jateng) untuk mencurahkan kegelisahan mereka.

Tak hanya laki-laki, buruh perempuan juga banyak yang unjuk gigi. Mereka yang harus menanggung beban ganda lantang menyuarakan hal-hal yang selama ini kurang jadi perhatian.

Di tengah terik matahari, suara perempuan mulai mencuat dari balik kerumunan. Mereka tidak lagi sekadar pelengkap aksi, melainkan membawa isu yang lebih kompleks dari sekadar tuntutan upah.

Nur Laila buruh perempuan dari KASBI Jateng berdiri di antara barisan massa. Dia membuka suara tentang persoalan mendasar yang selama ini luput dari perhatian kebijakan.

Baca Juga:Sehari Dipasang Langsung Jebol, Portal Pembatas Ketinggian Ngaliyan Tuai Kritik Warga Semarang

"Selama kami bekerja, banyak buruh perempuan yang tidak mendapatkan daycare untuk anak-anak kami," resahnya.

Bagi mereka, bekerja tidak pernah benar-benar lepas dari urusan rumah. Pikiran tetap terpecah antara mesin produksi dan anak yang ditinggalkan.

Nur kemudian menyoroti aspek perlindungan kerja. Dia menilai buruh perempuan belum ditempatkan sebagai prioritas dalam sistem ketenagakerjaan. Sejumlah hak dasar yang semestinya tersedia. Namun realitas di lapangan masih jauh dari harapan.

"Seperti ruang laktasi, cuti melahirkan, itu kebutuhan kami. Keselamatan kerja dan kenyamanan di lingkungan kerja harus diberikan, supaya buruh perempuan bisa produktif tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu," ungkapnya.

Masalah upah kemudian menjadi titik paling krusial. Standar upah Kota Semarang hari ini belum mencukupi atau mensejahterakan kaum buruh.

Baca Juga:Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng Kamis Ini, Semarang Bakal Diguyur Hujan Sedang

"Berdasarkan hitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) gaji ideal buruh anak satu itu Rp12 juta. Lajang Rp9 juta, ini hitungan real bukan angka dari pemerintah yang hanya memberikan kami sedikit bagian," terangnya.

"Dengan upah murah, kami hanya bisa ngontrak dengan satu Kamar yang tidak terlalu luas," tambahnya.

Nur juga menyinggung Jateng sebagai basis upah murah se-pulau Jawa. Hal ini membuat buruh di daerah tersebut semakin tertinggal dan sulit meraih kehidupan yang diinginkan.

"Tenaga outsourcing yang tidak dihapus, malah diperluas. Itu juga pengkhianatan bagi buruh. Kami juga sulit mengangsur rumah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan," resahnya.

Ulfatul Hasanah, buruh perempuan pabrik di Mangkang mengangkat isu lain yang tak kalah penting. Dia bersuara tentang kerentanan buruh perempuan menjadi korban kekerasan seksual.

"Mayoritas buruh sekarang perempuan, mereka sangat rentan menjadi korban kekerasan verbal, seksual, bahkan fisik," ujar perempuan yang akrab disapa Ulfa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak