- Pj Gubernur Jawa Tengah mendeklarasikan strategi Jateng First untuk mengamankan stok pangan lokal demi pemenuhan kebutuhan warga daerah.
- Pemprov Jateng dan Bank Indonesia mempertemukan 111 produsen dengan 99 pembeli di Semarang pada 10 Juni 2026.
- Langkah ini bertujuan memangkas rantai distribusi pangan yang panjang guna mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas.
Sebaliknya, Kabupaten Demak dan Grobogan mengukuhkan diri sebagai pahlawan pangan dengan potensi pasokan terbesar melalui sembilan peluang kerja sama.
Perjodohan bisnis ini pun langsung membuahkan hasil nyata di tempat. Sejumlah nota kesepakatan langsung ditandatangani secara hukum, di antaranya adalah kontrak suplai beras antara BUMP PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang.
Selain itu, seluruh pemerintah daerah di kawasan Banyumas Raya juga resmi menandatangani pakta integritas perdagangan pangan lintas daerah untuk saling mengunci pasokan cabai, beras, jagung, bawang merah, hingga minyak goreng. Melalui jaringan distribusi yang efisien ini, Jateng optimistis mampu menjinakkan inflasi tanpa harus mengorbankan kesejahteraan para petani lokal.
Baca Juga:Di Ambang Putus Sekolah, Ribuan Anak Miskin Jateng Diselamatkan Program Sekolah Kemitraan