Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap

Suhu udara di Jawa Tengah kini lebih dingin saat malam dan pagi (bediding). BMKG menyebut ini tanda puncak kemarau Agustus 2026, warga diminta waspada kekeringan

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:15 WIB
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap
Suhu Dingin di Dataran Tinggi Dieng/Instagram tjiptotjupu
Baca 10 detik
  • BMKG menyatakan wilayah Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau yang ditandai dengan fenomena udara dingin di malam hari.
  • Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan berpotensi memicu suhu lebih rendah serta munculnya kabut radiasi.
  • Pemerintah daerah diminta waspada terhadap risiko kekeringan dan kebakaran lahan selama masa puncak musim kemarau tahun ini berlangsung.

SuaraJawaTengah.id - Warga Jawa Tengah mulai merasakan perubahan cuaca yang cukup mencolok. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibanding biasanya.

BMKG menyebut fenomena ini merupakan salah satu tanda musim kemarau mulai menguat dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan sejumlah wilayah Jawa Tengah sudah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan udara dingin saat malam dan pagi hari, sementara siang hari terasa lebih terik karena berkurangnya tutupan awan.

"Beberapa cirinya sudah tampak. Suhu udara pada malam dan pagi hari lebih dingin dibanding biasanya, sedangkan pada siang hari sinar matahari terasa lebih menyengat," ujarnya.

Baca Juga:BYD Kian Agresif di Jawa Tengah, Kejar Pertumbuhan Pasar Kendaraan Ramah Lingkungan

Menurut BMKG, fenomena yang dikenal masyarakat sebagai bediding ini berpotensi semakin terasa dalam beberapa pekan ke depan, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Banyumas, Cilacap bagian barat, Wonosobo, Banjarnegara, dan kawasan pegunungan lainnya.

BMKG mencatat suhu minimum di Cilacap saat ini masih berada dalam kategori normal. Namun menjelang puncak kemarau, suhu berpotensi turun lebih rendah seperti yang pernah terjadi pada Agustus 1994 ketika suhu mencapai 17,4 derajat Celsius.

Selain udara dingin, masyarakat juga berpotensi menjumpai kabut pada pagi hari akibat fenomena kabut radiasi. Kondisi ini terjadi karena panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari cepat dilepaskan saat malam, sehingga suhu turun dan membentuk kabut.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat alergi dingin atau gangguan pernapasan, untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.

Di balik udara sejuk yang dirasakan warga, BMKG juga mengingatkan ancaman lain yang mulai mengintai, yakni kekeringan dan kebakaran lahan. Meski musim kemarau tahun ini diprakirakan berada di bawah normal, pemerintah daerah diminta tetap menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih dan meningkatnya risiko kebakaran vegetasi.

Baca Juga:Negara Sekarat, Penguasa Khianat! Rezim Prabowo Disebut KKN, Mahasiswa Kepung DPRD Jateng

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak