- Sejumlah warga di Bogor melakukan persekusi terhadap individu yang dianggap berperilaku menyimpang dengan menyiramkan air kencing.
- Ketua Perwaris menilai aksi diskriminatif tersebut dipicu oleh Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang ancaman LGBTQ.
- Komunitas Perwaris Semarang tetap tampil pada acara Kesbangpol di Simpanglima sebagai upaya menjaga silaturahmi dengan masyarakat.
Silvy mengatakan Perwaris sejak tahun 2018 sudah dilibatkan di kegiatan serupa selalu tampil di puncak acara. Meskipun, pada acara kali ini, dia sempat was-was, mengingat kejadian-kejadian viral perundungan yang ada di daerah lain.
Setelah melihat line up ormas-ormas yang mengisi acara dan masukan informasi dari berbagai pihak, dia mencoba menepis rasa ketakutan itu.
“Akhirnya kami putuskan tetap tampil di puncak acara, nanti perform 25 menit, datang yah, lihat. Kami tampilkan talent-talent Perwaris, ada enteraint, dancer, tari tradisional,” ungkap Silvy.
Perwaris, kata dia, selalu berupaya memberikan manfaat bagi sekitar lewat aksi-aksi nyatanya. Mereka juga tetap menjalin hubungan baik dengan masyarakat luas, komunitas, ormas.
Baca Juga:BMKG: Cuaca Semarang Berawan Tebal Hari Ini, Aktivitas Luar Ruangan Diperkirakan Tetap Kondusif
“Ini usaha kami perkuat tali silaturahmi,” tandas Silvy.
Kontributor : Eka Setiawan