- Sekitar seratus mantan karyawan PT Sritex menggelar upacara HUT ke-81 RI di Sukoharjo pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Aksi unjuk rasa tersebut menuntut pembayaran pesangon dan tunjangan hari raya yang belum sepenuhnya diselesaikan oleh pihak perusahaan.
- Para pekerja berharap pemerintah dan kurator segera merealisasikan penyelesaian hak normatif mereka pada tahun ini.
Menurut Agus, tuntutan tersebut berkaitan dengan proses kepailitan PT Sritex setelah Pengadilan Niaga Semarang memutus perusahaan tersebut pailit pada Oktober 2024.
Melalui aksi pada momentum HUT ke-81 RI, para eks karyawan juga ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden dan kurator yang menangani pemberesan aset Sritex.
Agus meminta rencana pemerintah terkait Sritex yang sebelumnya disampaikan melalui Danantara dapat segera direalisasikan sehingga persoalan hak pekerja memperoleh jalan keluar.
“Tujuan daripada kami adalah memberikan pesan kepada Bapak Presiden dan juga kepada kurator agar segera Bapak Presiden bisa merealisasikan apa yang sedang beliau rencanakan melalui Danantara kemarin,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
Menurut Agus, penantian penyelesaian hak pekerja juga telah menyisakan duka. Sejumlah mantan karyawan Sritex disebut meninggal dunia sebelum menerima hak mereka.
“Karena sudah banyak rekan-rekan kita yang sudah meninggal dunia dalam penantian pesangon ini,” katanya.
Ia meminta kurator mempercepat proses pemberesan aset dan pembayaran hak pekerja dengan mengedepankan kepentingan para mantan karyawan.
Berharap Jadi Aksi Terakhir
Agus berharap aksi pada peringatan HUT ke-81 RI menjadi aksi terakhir para eks karyawan Sritex untuk menuntut hak mereka. Mereka berharap persoalan pesangon dan THR dapat diselesaikan tahun ini.
Baca Juga:Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
“Harapan ke depan tentunya kita ingin bahwa ini adalah aksi yang terakhir, karena tahun ini kami berharap sudah selesai semuanya,” kata Agus.
Ia juga berharap rencana pemerintah untuk mengambil alih Sritex dapat segera terealisasi dan turut membantu penyelesaian hak para pekerja.
“Dengan adanya pihak dari pemerintah yang ingin mengambil alih Sritex, mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Ini aksi terakhir bagi kita, mudah-mudahan tahun ini selesai semuanya,” ujarnya.
Bagi para mantan karyawan Sritex, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa perjuangan mereka belum selesai. Di depan gerbang eks pabrik yang pernah menjadi sumber penghidupan ribuan pekerja, mereka berharap hak yang selama ini dinantikan segera mendapatkan kepastian.