Bukan Menolak Geothermal, DPRD Jateng Minta Hitung Ulang Dampak PLTP Gunung Ungaran

DPRD Jateng minta proyek PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang. Pasalnya, proyek berpotensi rusak sumber air, habitat Elang Jawa, dan kawasan cagar budaya Candi Gedong Songo.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 07 September 2026 | 11:24 WIB
Bukan Menolak Geothermal, DPRD Jateng Minta Hitung Ulang Dampak PLTP Gunung Ungaran
Wisatawan melintasi lokasi semburan uap belerang yang keluar dari kawah di lereng Gunung Ungaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta pemerintah pusat mengkaji ulang rencana pembangunan PLTP Gunung Ungaran pada Senin, 7 September 2026.
  • Proyek PLTP berpotensi menghasilkan listrik 55 megawatt, tetapi dikhawatirkan merusak sumber air, habitat Elang Jawa, dan Candi Gedong Songo.
  • Pemerintah diminta memastikan manfaat energi bersih sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan serta dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Ada Candi Gedong Songo

Perhatian Farchan tidak hanya tertuju pada aspek lingkungan. Kawasan Gunung Ungaran juga memiliki nilai sejarah dan budaya.

Di kawasan tersebut terdapat Candi Gedong Songo, kompleks percandian yang merupakan peninggalan sejarah dari masa Mataram Kuno.

Menurut Farchan, keberadaan situs budaya tersebut semakin memperkuat alasan agar rencana pembangunan PLTP dilakukan dengan kajian yang komprehensif.

Baca Juga:Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

Ia menilai pengembangan energi harus tetap mempertimbangkan kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari identitas Jawa Tengah.

Bukan Berarti Proyek Geothermal Salah

Farchan kembali menegaskan bahwa sikap kritis terhadap rencana PLTP Gunung Ungaran tidak dapat diartikan sebagai penolakan terhadap energi panas bumi.

Menurutnya, geothermal tetap memiliki posisi penting dalam pengembangan energi baru terbarukan. Namun, pembangunan di kawasan Gunung Ungaran harus mempertimbangkan seluruh konsekuensi yang mungkin muncul.

“Kami tidak dalam konteks bahwa proyek ini salah loh. Namun perlu diperhitungkan. Jadi, perhitungan-perhitungan ini yang perlu dilakukan oleh pihak pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca Juga:Disabilitas Jangan Sampai Tersisih! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perusahaan Lebih Terbuka

Ia meminta pemerintah pusat membuka kembali ruang kajian untuk menghitung secara menyeluruh manfaat dan potensi kerugian proyek tersebut.

Dengan demikian, keputusan pembangunan tidak hanya didasarkan pada besarnya potensi listrik yang dapat dihasilkan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat di sekitar Gunung Ungaran.

Berpotensi Hasilkan Listrik 55 MW

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran melalui pembangunan PLTP sendiri memiliki potensi menghasilkan listrik sekitar 55 megawatt (MW).

Proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 4–5 persen terhadap total bauran energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Tengah.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan geothermal Gunung Ungaran dinilai strategis dalam mendukung transisi energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak