- Sri Wijayanto, pengusaha kopra asal Kabupaten Pati, menerima KUR BRI sebesar Rp250 juta untuk mengembangkan usahanya sejak tahun 2024.
- Dukungan permodalan tersebut berhasil meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta mengoptimalkan berbagai produk sampingan kelapa yang bernilai ekonomis.
- Hingga Oktober 2026, BRI Kantor Cabang Pati telah menyalurkan KUR senilai Rp3,02 triliun kepada 74.723 debitur UMKM.
SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kantor Cabang Pati terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dukungan pembiayaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat pembiayaan KUR BRI adalah Sri Wijayanto, pengusaha kopra asal Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Usaha yang dirintis sejak tahun 2024 tersebut kini terus berkembang seiring meningkatnya kapasitas usaha berkat dukungan akses permodalan dari BRI.
Berawal dari Modal Terbatas, Kini Terus Berkembang
Perjalanan usaha Sri Wijayanto bermula dari inspirasi seorang teman yang terlebih dahulu menjalankan usaha pengolahan kopra. Melihat peluang pasar dan potensi komoditas kelapa yang cukup menjanjikan, dirinya memberanikan diri untuk memulai usaha meskipun dengan keterbatasan modal.
Baca Juga:Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut
Pada tahap awal, Sri Wijayanto mengandalkan pinjaman dari keluarga untuk menjalankan kegiatan usahanya. Berbagai tantangan dihadapi, mulai dari keterbatasan permodalan, pengadaan bahan baku, hingga upaya membangun jaringan pemasaran.
Namun, semangat untuk terus berkembang mendorongnya mencari alternatif pembiayaan melalui sektor perbankan. Melalui rekomendasi seorang teman, Sri Wijayanto kemudian mengenal layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dan memperoleh akses pembiayaan untuk mendukung pengembangan usahanya.
“Awalnya saya menjalankan usaha dengan modal seadanya, bahkan harus meminjam kepada saudara. Setelah mendapatkan informasi mengenai KUR BRI dari teman, saya memberanikan diri untuk mengajukan pembiayaan. Alhamdulillah, setelah mendapatkan dukungan permodalan dari BRI, kapasitas usaha dan penjualan saya mulai meningkat,” ungkap Sri Wijayanto.
Melalui dukungan pembiayaan perbankan sebesar Rp250 juta, Sri Wijayanto mampu memperkuat modal kerja serta meningkatkan kapasitas usahanya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Optimalkan Potensi Kelapa, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Baca Juga:Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri
Menariknya, usaha yang dijalankan Sri Wijayanto tidak hanya berfokus pada perdagangan kopra, tetapi juga mengoptimalkan berbagai bagian kelapa agar memiliki nilai ekonomi.
Kopra yang dihasilkan dipasarkan kepada PT ALPIN sebagai bahan baku pengolahan minyak kelapa. Sementara itu, hasil samping berupa ampas kelapa dipasarkan kepada PT SMR untuk dimanfaatkan sebagai campuran konsentrat pakan ternak.
Tidak berhenti di situ, kulit kelapa juga memiliki nilai ekonomi karena dipasarkan kepada PT Kelapa Indah sebagai salah satu bahan campuran dalam produksi obat nyamuk bakar.
Diversifikasi pemanfaatan komoditas kelapa tersebut menjadi salah satu keunggulan usaha Sri Wijayanto. Selain memperluas peluang pemasaran, pemanfaatan berbagai hasil olahan dan produk samping kelapa juga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membantu mengurangi bahan yang tidak termanfaatkan.
Dengan jaringan pemasaran yang telah terbangun, Sri Wijayanto optimistis usahanya dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Pati.
Dukungan BRI Tidak Hanya Permodalan, tetapi Juga Kemudahan Transaksi Digital