Dulu Cuma 5 Menit, Kini Harus Memutar 7 Kilometer, Jeritan Warga Mijen Usai Jalan Ditutup

Warga Mijen, Semarang, mendesak pembukaan kembali Jalan Amarta yang ditutup perumahan BSB Village sejak 2022. Penutupan ini ganggu ekonomi, pertanian, dan wisata religi

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 05 November 2026 | 13:34 WIB
Dulu Cuma 5 Menit, Kini Harus Memutar 7 Kilometer, Jeritan Warga Mijen Usai Jalan Ditutup
Jalan umum di Mijen Semarang yang ditutup pengembang perumahan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pembangunan perumahan BSB Village pada tahun 2022 menyebabkan penutupan Jalan Amarta yang menghubungkan Kelurahan Tambangan dan Sodong di Kota Semarang.
  • Penutupan jalan tersebut memperpanjang jarak tempuh warga menjadi tujuh kilometer dan memicu hambatan distribusi ekonomi serta mobilitas harian.
  • Warga mendesak Pemerintah Kota Semarang dan pengembang agar membuka kembali jalur tersebut demi kelancaran akses wisata religi Situs Jatiombo.

"Karena dulunya memang untuk akses masyarakat dua wilayah, antara Sodong dengan Tambangan, sekarang malah ditutup. Kami menuntut bagaimana caranya agar jalan tersebut kembali dibuka, akses dua wilayah bisa langsung terhubung lagi," ungkapnya.

Saroso menyebut, penutupan akses tersebut terjadi setelah pembangunan perumahan BSB Village mulai dilakukan pada 2022. Padahal, di jalur tersebut juga terdapat jembatan yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Amarta.

Akibat terputusnya jalur penghubung itu, masyarakat kini harus melewati kawasan Polaman untuk menuju wilayah yang sebelumnya dapat dijangkau melalui Jalan Amarta.

"Dulu jalan ini untuk lalu lalang mobil, truk yang membawa pasir, batu, dan hasil panen warga. Sekarang ditutup, warga dulunya menyeberang butuh lima menit sampai tujuan, sekarang harus memutar sejauh sekitar tujuh kilometer dan butuh waktu 20 menit," jelasnya.

Baca Juga:Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Dia menilai, bertambahnya jarak perjalanan turut memberikan dampak terhadap biaya transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat. Warga yang sebelumnya memiliki akses lebih dekat kini harus mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk mencapai tujuan.

"Kalau dulu jalan lebih dekat, sekarang jadi jauh membuat harga makin mahal. Kami minta untuk dikembalikan seperti semula jalannya. Kami akan berupaya menuntut hak kami kepada Pemerintah Kota Semarang maupun pihak pengembang agar jalan bisa dibuka untuk kepentingan umum bagi warga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak