- Polrestabes Semarang berencana melakukan ekshumasi untuk mengungkap penyebab kematian atlet pencak silat Ayudiah Rivana Tridiandinata.
- Korban meninggal dunia di RS Primaya Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, setelah menjalani operasi cedera jari.
- Pelaksanaan pembongkaran makam tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari pihak keluarga almarhumah yang sebelumnya menolak autopsi.
SuaraJawaTengah.id - Polrestabes Semarang berencana melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), atlet pencak silat kontingen Kota Semarang yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat cedera saat bertanding di Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jateng 2026.
Namun, pelaksanaan ekshumasi masih menunggu persetujuan keluarga almarhumah. Sebab, sejak awal keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah atlet tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Agus Supriyadi mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan keluarga sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Akan dikoordinasikan dengan keluarganya dulu,” kata Agus di Semarang, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga:Atlet Silat Event Porprov Jateng Meninggal Dunia: Sempat Cedera di Tengah Kompetisi
Menurut dia, ekshumasi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Ayudiah. Namun, proses tersebut belum dapat dilakukan sebelum ada persetujuan dari pihak keluarga.
“Masih menunggu persetujuan keluarga korban,” ujarnya.
Diketahui, Ayudiah mengalami patah tulang jari tangan saat bertanding dalam ajang Porprov Jateng 2026 pada Senin (26/10/2026).
Atlet muda tersebut kemudian dirujuk ke RS Primaya Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.
Sehari berselang, Selasa (27/10/2026), Ayudiah menjalani operasi akibat cedera yang dialaminya. Namun, nasib tragis menimpanya.
Baca Juga:Atlet Selam Tewas Tenggelam Saat Porprov: Polisi Dalami Kemungkinan Unsur Kelalaian
Pada Rabu (28/10/2026), ia dikabarkan meninggal dunia saat hendak dibangunkan di kamar perawatannya di rumah sakit.
Kematian atlet berusia 19 tahun tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Rencana ekshumasi diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kematian Ayudiah.
[ANTARA]