SuaraJawaTengah.id - Kematian tragis DN, mahasiswa Pascasarjana jurusan Teknologi Pendidikan UNS Solo membuat para penghuni indekos ketakutan. Para penghuni indekos pun memilih untuk pindah ke indekos lainnya.
Salah satu penghuni indekos yang memilih pindah adalah Eka Kristanti Ginting. Mahasiswi 20 tahun itu mengaku masih ketakutan dengan kematian DN. Bahkan, sehari setelah kematian DN, Eka pun tidak berani tidur kamar sendirian.
"Masih takut, semalam tidur bareng teman di kamar teman. Ini masih mencari tempat kos yang sesuai,” terang Eka kelada Suara.com, Selasa (18/6/2019).
Selain Eka, ada belasan penghuni indekos lain yang juga memutuskan untuk pindah ke indekos lain.
"Ini tadi saya bersama dengan teman ada belasan penghuni yang ingin pindah. Tadi sudah dapat tempat, tapi masih dipertimbangkan dengan yang lain, pada setuju tidak. Karena kan kami ingin tetap jadi satu kos,” katanya.
Teman dekat DN, Sri Rahayu (25) juga memutuskan untuk pindah indekos. Ayu, sapaan akrabnya, yang sudah menempati kos lebih dari setahun memilih meninggalkan indekos tersebut karena selalu terbayang dengan kematian sahabatnya itu.
“Ini masih nyari indekos. Karena saya juga masih kebayang dengan kematian DN,” ucapnya.
Sementara itu, penjaga Indekos, Sunarti (63) mengaku tidak pasrah dengan banyaknya penghuni indekos yang memilih pindah.
“Ya tidak apa-apa, karena memang juga seperti itu keadaannya. Saya cuma penjaga saja. Tapi kalau pemilik indekos juga sudah tahu kondisinya,” kata Narti.
Baca Juga: Tewas Gantung Diri di Indekos, DN Sering Menyendiri di Bangku Kampus
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
-
Soal Kematian DN, Teman Korban Pastikan Bukan Soal Asmara
-
Tewas Gantung Diri di Indekos, DN Sering Menyendiri di Bangku Kampus
-
Mahasiswi Gantung Diri di Indekos, Ayu Tak Sadar Ajak Ngobrol Mayat Korban
-
Biasa Tidur Bareng, Ayu Menyesal DN Nekat Bunuh Diri di Kamar Kos
-
Dikenal Ramah, Mahasiswa S2 Gantung Diri Bikin Syok Penjaga Indekos
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding
-
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi
-
Lengkap! Ini Deretan Vonis Menyakitkan yang Diterima Bupati Pati Nonaktif Sudewo
-
Jelang HUT ke-131, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan dan Memajukan Negeri